Slow Deep Breathing Untuk Pasien Hipertensi

Hipertensi merupakan suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terusmenerus lebih dari suatu periode. Menurut WHO batasan tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg, sedangkan tekanan darah ≥160/95 mmHg dinyatakan sebagai Hipertensi. Tekanan darah di antara normotensi dan Hipertensi disebut borderline hypertension (Garis Batas Hipertensi). Batasan WHO tersebut tidak membedakan usia dan jenis kelamin (Adler Yehuda et al., 2015).

Pengobatan pada penderita hipertensi sedikit demi sedikit mulai beralih dari farmakologi ke non farmakologi akibat dari mahalnya obat hipertensi dan efek samping yang ditimbulkan. Salah satu terapi non farmakologi bagi penderita hipertensi adalah latihan slow deep breathing(Sepdianto et al., 2010)


Slow deep breathing merupakan terapi modalitas non farmakologis yang dapat memicu terjadinya peningkatan sensitivitas baroreflek dan mengurangi aktivitas simpatis dan aktivasi chemoreflex, yang menunjukkan efek berpotensi menguntungkan dalam hipertensi. Menurut (Andri et al., 2018)


latihan slow deep breathing memiliki efek yang sangat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. ada pengaruh pemberian slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. (Hartanti Rita Dwi et al., 2016) juga menyatakan bahwa terdapat penurunan tekanan darah responden setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalamyaitu tekanan darah sistolik sebesar 18,46 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 6,54 mmHg.

Cara melakukan slow deep breathing dengan melakukan tarik nafas secara perlahan dan dalam, secara maksimal selanjutnya tahan nafas tarik nafas selama 3 detik kemudian dihembuskan perlahan dengan frekuensi 15-30 menit (Tarwoto, 2012).

Sumber :JURNAL EMPATI Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti

https://doi.org/10.26753/empati.v3i2.536

Arif Hendra Kusuma, Lanjar Erni Nurhidayati

Tanggal Akses : 2021