OSTEOPOROSIS FAKTOR PENYEBAB DAN PENCEGAHANNYA

Faktor resiko osteoporosis

Faktor resiko osteoporosis dapat dibedakan menjadi faktor resiko yang sifatnya tidak dapat diubah dan yang dapat diubah. Untuk yang tidak dapat diubah diantaranya:

Gender perempuan: Padaumumnya perempuan mempunyai tulang yang lebih ringan dan lebih kecil dibandingkan laki-laki, Usia lanjut, Riwayat osteoporosis dalam keluarga: Umumnya tipe perawakan tubuh dalam anggota keluarga saling mirip satu dengan lainnya. Ras: Perempuan Asia dan Kaukasia lebih mudah terkena osteoporosis dibandingkan perempuan Afrika. Bentuk badan: Semakin kecil dan kurus tubuh seseorang, semakin beresiko mengalami osteoporosis. Beberapa penyakit seperti anoreksia, diabetes, diare kronis,penyakit ginjal dan hati.


Sedangkan untuk faktor resiko osteoporosis yang dapat diubah diantaranya adalah: Berhenti merokok, Kurangi konsumsi alkohol, Segera atasi kekurangan asupan kalsium,Lakukanprogramlatihanfisik, Menambah berat badan bagi yang kekurangan berat badan (kurus), Flindari penggunaan obat-obatan steroid, fenobarbital, fenitoin

Upaya Pencegahan Osteoporosis
Osteoporosis merupakan penyakit tersembunyi, terkadang tanpa gejala dan tidak terdeteksi, sampai timbul gejala nyeri karena mikrofraktur atau karena patah tulang anggota gerak. Karena tingginya morbiditas yang terkait dengan patah tulang, makaupaya pencegahan merupakan prioritas. Berikut ini adalah cara mencegah osteoporosis:

Kalsium

Mengkonsumsi kalsium cukup baik dari makanan sehari-hari ataupun dari tambahan kalsium.

LatihanFisik (Exercise)

Latihan fisik harus mempunyai unsur pembebanan pada anggota tubuh/ gerak dan penekanan pada aksis tulang seperti jalan, joging, aerobik atau jalan naik turun bukit.

Konsumsi

KalsiumTambahan Konsumsi kalsium dilanjutkan pada periode menopause, 1200-1500 mg per hari, untuk mencegah negative calcium balance.

EstrogenReplacementTherapy (ERT)

Semua perempuanpada saat menopausemempunyai resiko osteoporosis. KarenaitudianjurkanpemakaianERT pada mereka yang tidak ada kontraindikasi. ERT menurunkan resiko fraktur sampai dengan 50% pada panggul, tulang radius dan vertebra

Terapi

Terapi yang juga diberikan adalah vitamin D dantiazid, tergantung kepada kebutuhan pasien. Vitamin D membantu tubuh menyerap dan memanfaatkan kalsium. Duapuluhlimahidroksivitamin Ddianjurkan diminum setiap hari bagi pasien yang menggunakan suplemen kalsium

Dikutip dari jurnal ” Faktor-faktor Resiko Osteoporosis Dan Pencegahannya” Meri Ramadani (2010)

http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/article/view/78/84