Ini 5 Tips Memberi Makan saat Anak Mengalami Diare

  1. Siap Sedia Cairan Oralit

Cara memberi makan anak saat mengalami diare perlu diawali dengan tersedianya cairan oralit di rumah. Cairan oralit ini bertujuan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Ibu harus ingat, anak atau bayi yang mengalami diare rentan mengalami dehidrasi. Apalagi bila diare terus berlangsung dan tidak kunjung membaik.

Menurut IDAI, anak yang mengalami dehidrasi ringan-sedang akan terlihat kehausan. Mereka juga akan malas untuk minum bila sudah mengalami dehidrasi berat. Lalu, bagaimana cara menberikan larurat oralit pada Si Kecil? 

Ibu bisa memberikan oralit sekitar 10 ml/kg berat badan. Misalnya berat badan anak 10 kg, maka ia perlu oralit 100 ml setiap mengalami diare. Andaikan anak muntah setelah minum oralit, tunda dulu pemberian oralit, dan berikan kembali sedikit demi sedikit. 

Bagaimana dengan bayi yang masih menyusui? Andaikan bayi tidak mau menyusui, tanyakan pada dokter mengenai pemberian oralit. Jangan lupa, tanyakan pula mengenai takaran yang boleh digunakan atau merek dan dosis oralit yang dianjurkan sesuai usia bayi. 

2.Terus Berikan ASI

Terus memberikan anak asupan ASI, merupakan cara memberi makan anak saat mengalami diare yang perlu ibu lakukan. ASI memiliki efek proteksi terhadap terjadinya diare.

Oleh sebab itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan pemberiaan ASI saat bayi mengalami diare. Kandungan laktosa yang terdapat dalam ASI tidak menyebabkan diare bertambah parah.

Bagaimana dengan susu formula? Meskipun beberapa penelitian menunjukkan manfaat mengganti susu formula ke bebas laktosa, tapi pemberian susu jenis ini masih kontroversial. 

 3.Berikan Makanan yang Banyak Mengandung Cairan

Selain dua hal di atas, memberikan makanan yang banyak mengandung cairan, adalah cara memberi makan anak saat mengalami diare yang perlu ibu lakukan. Bila Si Kecil sudah mulai mengonsumsi makanan padat, ibu bisa memberikan makanan yang banyak mengandung air. Contohnya seperti sup, yogurt, atau air kelapa. 

Hal yang perlu diingat, jangan memberikan mereka asupan buah segar (jus buah) karena tidak disarankan. Alasannya, beberapa buah mengandung sukrosa, fruktosa, dan sorbitol yang menyebabkan peningkatan osmolalitas. 

Namun, buah atau makanan yang mengandung tinggi kalium seperti pisang tetap boleh diberikan. Terakhir, hindari memberikan minuman manis atau soda saat anak sedang mengalami diare.  

4.Porsi Kecil dan Sering

Umumnya, anak yang mengalami diare akan mengalami penurunan nafsu makan. Saat mengalami diare, Si Kecil mungkin juga dapat mengalami mual atau muntah. Ibu sebaiknya harus memperhatikan asupan makan yang masuk ke dalam tubuhnya. 

Cara memberi makan anak saat mengalami diare di kondisi ini bisa dengan memberinya makanan dalam porsi kecil. Tujuannya agar makan tersebut mudah dicerna dan diterima dirinya. Namun, makanan  dalam porsi kecil ini perlu diberikan lebih sering. Misalnya setiap 3-4 jam untuk memenuhi kebutuhan zat gizi si kecil selama diare.

5.Makanan Tinggi Energi Setelah Pulih

Cara memberi makan anak saat mengalami diare yang terakhir adalah dengan memberikan makanan tinggi energi setelah sembuh dari diare. Hati-hati, diare sering kali menyebabkan penurunan berat badan pada anak akibat dehidrasi.

Oleh sebab itu, bila mereka sudah pulih, ibu perlu mengejar kekurangan asupan makan tersebut. Caranya melanjutkan memberikan makanan yang kaya energi, agar pertumbuhan anak tetap terjaga saat masa penyembuhan.

Ingat, jangan sekali-kali meremehkan diare pada anak. Diare atau diare kronis yang tidak membaik bisa berakibat fatal bagi dirinya.

Tanggal akses : 03 Desember 2020

Penulis : dr. Fadhli Rizal Makarim

Sumber : https://www.halodoc.com