Efek Farmokologi Dari Tanaman Katuk

Katuk, selama ini sering dimanfaatkan untuk melancarkan ASI oleh masyarakat indonesia. Padahal katuk memiliki banyak manfaat yang lain yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif dalam pengobatan.

AKTIVITAS ANTI BAKTERI

Ektrak daun katuk telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Daun katuk memiliki aktivitas antibakteri Klebsiela pnemoniae dan bakteri Staphylococcus aures. Pada perbandingan antara ekstrak etanol, ekstrak air dan gentamicin terlihat perbandingan zona inhibisi. Pada aktivitas ekstrak etanol terhadap Klebsiela pnemoniae memiliki zona inhibisi dengan diameter 13,66 mm sedangkan pada ekstrak air hanya memiliki zona hambat 8,66 mm, sedangkan gentamicin yang memiliki zona hambat sebesar 20 mm.

ANTIINFLAMASI

Patch ekstrak daun katuk memiliki efekivitas yang relatif sama dengan natrium diklofenak dalam penyembuhan radang. Dengan menggunakan dosis ekstrak 400 mg/kg BB, terjadi penghambatan peradangan berkisar 66,67- 100% (Desnita et al, 2018).


ANTIANEMIA

Klorofil dari daun katuk memiliki potensi sebagai alternatif pengobatan anemia hemolitik dengan adanya peningkatan kadar Hb dan ferritin. Perawatan klorofil daun katuk dapat meningkatkan ferritin pada tikus meskipun perbedaan yang dihasilkan tidak signifikan secara statistik Klorofil daun katuk berpotensi dapat digunakan sebagai antioksidan akibat stres oksidatif (Suparmi et al., 2016).

MENINGKATKAN PRODUKSI ASI

Ibu menyusui yang mengkonsumsi ekstrak daun katuk dengan dosis 2x dan 3x sehari memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kadar hormon prolaktin dalam darah (Nurjanah et al,2017). Pada ibu menyusui yang mengkonsumsi ekstrak daun katuk, sebanyak 70% dari ibu menyusui terjadi peningkatan produksi ASI hingga melebihi kebutuhan bayinya.

Tanggal akses : 4 Agu 2018

Penulis : Tiara Salsabila Majid, Muchtaridi Muchtaridi

Sumber : https://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/download/17567/pdf