Singkong Tradisional dan Banyak Manfaat

singkong

Bila mendengar singkong, pasti terlintas di pikiran bahwa itu makanan dari desa atau makanan tradisional. Namun, tahukah Anda bahwa singkong memiliki manfaat yang baik serta dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.

Singkong merupakan sumber terbesar katiga karbohidrat makanan di daerah tropis, setelah padi dan jagung. Singkong merupakan makanan pokok utama di negara berkembang, dan merupakan makanan dasar bagi lebih dari setengah miliar orang. Ini adalah salah satu tanaman yang toleran terhadap kekeringan, mampu tumbuh di tanaj marginal. Nigeria adalah produsen singkong terbesar di dunia, sementara Thailand adalah eksportir terbesar gaplek.
Singkong diklasifikasikan sebagai manis atau pahit. Petani biasanya lebih memilih varietas pahit karena bisa menghalangi hama, hewan, dan pencuri. Seperti akar lain dan umbi-umbian, kedua varietas pahit dan manis singkong mengandung faktor-faktor antinutrional dan racun. Hal ini harus disiapkan dengan benar sebelum dikonsumsi. Persiapan yang tidak tepat pada singkong dapat meninggalkan cukup sianida sisa yang bisa menyebabkan keracunan sianida akut dan gondok. Bahkan dapat menyebabkan antaksia atau kelumpuhan parsial.

Pada 2010 hasil rata-rata tanaman singkong di seluruh dunia adalah 12,5 ton per hektare. Singkong merupakan sumber makanan penting di daerah tropis. Pabrik singkong memberikan hasil tertinggi ketiga karbohidrat per wilaya, dibudidayakan di antara tanaman-tanaman, setelah tebu dan gula bit. Singkong memainkan peran sangat penting dalam pertanian di negara-negara berkembang, terutama di sub-Sahara Afrika. Itu karena singkong bisa tumbuh di tanah yang miskin dan dengan curhat curah hujan yang rendah.
Manfaat singkong ini didapatkan dengan cara kukus atau rebus. Lalu sebagai sumber karbohidrat. Singkong memiliki jumlah kalori dua kali lipat lebih banyak dibandingkan kentang Jadi tidak salah bila singkong menjadi salah satu makanan pokok sebagai sumber karbohidrat.

Di dalam 100 gram singkong, terkandung 160 kalori, yang sebagian besar terdiri dari sukrosa. Protein tinggi singkong lebih rendah lemak bila dibandingkan sereal dan kacang-kacangan. Namun, singkong juga memiliki kandungan protein yang tinggi dibandingkan kentang dan pisang. Sebgaai vitamin K, singkong mengandung vitamin K yang berfungsi dalam membangun massa tulang. Vitamin K juga dapat melindungi dan berperan penting dalam pengobatan pasien alzheimer dengan membatasi kerusakan saraf di otak.
Singkong juga merupakan sumber vitamin B kompleks dan kelompok vitamin seperti riboflavin, folates, thiamin, piridoksin (vitamin B-6) dan asam pantotenat. Riboflavin dapat membantu dalam pertumbuhan tubuh serta memproduksi sel darah merah untuk mengurangi anemia.

Singkong juga merupakan sumber mineral yang penting bagi tubuh, antara lain magnesium, seng, tembaga, besi, dan mangan. Selain oitu, jumlah kalium pada singkong bermanfaat sebagai komponen penting pembentukan seol tubuh, serta mengatur tekanan darah.
Berdasarkan penelitian yang dilansir Affleap, manfaat singkong sebagai penurun kadar kolesterol jahat dalam darah. Singkong juga melancarkan pencernaan. Kandungan insoluble fiber atau serat pada singkong tidak larut dalam air. Serat jenis ini membantu memperlancar proses buang air besar, serta dapat menyerap dan membuang toksin dalam usus sehingga pencernaan menjadi sehat.

Dalam masakan, singkong dapat dikreasikan menjadi berbagai macam makanan. Kita dapat membuat kue, jajanan tradisional, bahkan kita bisa membuat pizza dari singkong dengan direbus atau digoreng. Kita dapat juga membuat singkong menjadi camilan dengan membuat keripik singkong. Singkong dapat dikreasikan menjadi berbagai masakan sesuai dengan selera masing-masing. Selain sederhana, singkong juga dapat menyehatkan tubuh.