Cara Mengatasi Anak Susah Makan

  • Kurangin CamilanScreenshot_116
    Kurang kudapan atau tidak memberikan kudapan sama sekali di antara jam makan. Termasuk pemberian susu kepada anak. Bagi anak yang memiliki nafsu makan sangat baik, pemberian kudapan atau susu di antara jam makan masih diperbolehkan, tetapi harus dilakukan dengan jadwal tetap dan dosis tepat sehingga tidak terjadi obesitas.
  • Menu variatif
    Menu yang monoton tentu saja akan membuat anak bosan. Untuk menghindari kebosanan, orang tua harus jeli dan pintar untuk memberikan menu yang bervariasi kepada anak. Misalnya, jika anak sudah sering diberi ikan, cobalah mengganti ikan dengan ayam atau daging atau dapat pula diganti cara memasaknya.
  • Biarkan Anak Makan Sendiri
    Jangan takut dengan kekotoran yang disebabkan anak makan sendiri. Sebab, yang penting di sini  adalah anak merasa mampu, dipercaya oleh orang tua, semakin mandiri, dan kemampuan motoriknya juga akan terlatih dan berkembang baik.

  • Percantik Menu Makanan
    Bentuk makanan yang unik dan lucu biasanya disenangi anak-anak. Misalnya Anda biasanya menyajikan nasi goreng yang dibentuk wajah anak tersenyum. Penampilan nasi goreng yang seperti ini akan lebih menarik perhatian anak dari pada nasi goreng yang terhidang begitu saja di piring tanpa hiasan.

Proses memberikan makan pada anak seharusnya bukan sekadar menyediakan makanan kemudian anak merasa kenyang. Harus ada nilai lebih, misalnya dengan menyisipkan proses pembelajaran di dalamnya. Melibatkan anak saat proses menyediakan makanan dapat memberikan banyak pembelajaran yang membantu perkembangan kongnitifnya. Ibu bisa menjelaskan kandungan nutrisi dari tiap bahan makanan yang akan diolah. Anak akan merasa lebih dihargai jika orang tuanya melibatkan mereka saat memasak. Orang tua harus memperhatikan kebutuhan nutrisi dan stimulasi bagi anak. Sistem kekebalan tubuh ada dua jenis, yakni innate atau bawaan sejak lahir dan kekebalan spesifik.
Pada kekebalan tubuh yang merupakan bawaan setiap orang sejak lahir pada umumnya bersifat non-spesifik. Meskipun secara alami diproduksi tubuh, kekebalan fisik yang spesifik terdapat dua jenis, yakni pasif dan aktif. Untuk kekebalan tubuh pasif dapat diperoleh dari ASI yang diberikan ibu kepada anak mereka. Nutrisi dalam setiap asupan mereka sangat berperan penting dalam pembentukan kekebalan tubuh anak. Sementara yang aktif dapat diperoleh melalui imunisasi. Kewajiban imunisasi harus dipenuhi sejak dini, sebab tubuh tidak bisa menghasilkan kekebalan tubuh secara spesifik. Ajari anak bahwa makan merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi setiap harinya.
Oleh karena itu, buat stimulasi yang membedakan waktu makan dengan waktu yang lainnya. Jangan biarkan anak makan sambil menonton televisi atau bermain karena fokus anak hanya pada aktivitas yang ia lakukan dibandingkan dengan makan. Ajari anak duduk tenang di atas meja makan untuk membangun kebiasaan makan yang baik, orang tua bisa mencoba memberikan apresiasi kepada anak ketika ia menghabiskan makanannya. Cara yang bisa dilakukan adalah beri porsi yang berbeda dengan mengurangi jumlahnya dari porsi sebelumnya. Biarkan anak menghabiskannya, kemudian beri pujian karna anak tidak menginginkan untuk fokus pada pertanyaan. Karna pertanyaan tersebut akan menurunkan minat makan anak. Dengan memberikan pujian, orang tua bisa memberikan sedikit makanan lagi pada piring anak mereka, jika habis kembali beri pujian kembali.