Stres Kerja Tingkatkan Risiko Stroke

Pekerjaan yang menumpuk dan penuh tekanan rentan menyebabkan stres, stres akibat tuntutan dan tekanan pekerjaan dapat memicu salah satu jenis stroke. Serta tekanan persaingan sering kali menyebabkan kecemasan dan stres berlebihan yang dialami para pekerja di kantor. Memiliki pekerjaan yang berat dan penuh tekanan terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Orang-orang dengan tekanan pekerjaan tinggi memiliki peningkatan risiko terkena stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika otak tidak mendapatkan cukup oksigen, seperti arteri yang tersumbat. Orang dewasa mengisi kuesioner tentang ketegangan di tempat kerja. Mereka dengan tuntutan pekerjaan yang berat dan sedikit kontrol atas lingkungan kerja dikategorikan sebagai memiliki tekanan pekerjaan tinggi.

Screenshot_39Tidak ada perbedaan dalam risiko stroke hemoragik, jenis umum dari stroke yang lain, dimana terjadi pecah pembuluh darah dan kebocoran ke otak. Tekanan darah tinggi, diabetes, kolestrol tinggi, dan riwayat keluarga terkena stroke merupakan faktor-faktor risiko lain yang penting. Beberapa jenis stroke memiliki komponen genetik, yang mungkin menjadi jawaban mengapa para peneliti tidak menemukan hubungan stres kerja dengan stroke hemoragik. Stres pekerjaan belum tentu membuktikan bahwa menyebabkan stroke. Namun, hubungan keduanya masuk akal karena tekanan dapat menyebabkan pelepasanhormon yang berhubungan dengan stres, yang pada gilirannya memengaruhi metabolisme, imunologi, dan sistem kardiovaskular. Stroke iskemik, seperti juga serangan jantung, berhubungan erat dengan ateosklerosis, pengerasan dan penebalan pembuluh darah yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah. Stres hanyalah salah satu faktor potensial yang dapat memicu risiko stroke. Rutin untuk memeriksakan tekanan darah, tidak merokok, makan makanan sehat dan seimbang, menjaga berat badan yang sehat dan olahraga. Seiring dengan itu mungkin juga baik mencoba untuk mengelola stres agar tidak berlangsung lama, orang yang memiliki tingkat stres tinggi di tempat kerja lebih berisiko terkena serangan jantung. Tekanan pekerjaan dikaitkan dengan risiko mengalami kejadian penyakit jantung koroner pertama, seperti serangan jantung. 

Jenis-Jenis Stroke

  • Stroke Hemorragik
    Pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70% kasus stroke hemorragik terjadi pada penderita hipertensi. 
  • Stroke Iskemik
    Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolestrol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami stroke jenis ini.