Obesitas Pra–Kehamilan, Anak Berisiko ADHD

Masalah kesehatan ibu, baik itu saat hamil maupun pra-kehamilan dapat memengaruhi kondisi anak saat lahir nanti. Ibu yang obesitas pra-kehamilan ternyata beresiko melahirkan anak dengan ADHD. Anak-anak yang ibunya sangat gemuk sebelum dan menjelang proses kehamilan mungkin menghadapi peningkatan resiko masalah emosional dan perilaku pada mereka. Ketika ibu yang sangat obesitas atau obesitas yang berlebihan sebelum hamil, anak-anak mereka lebih mungkin untuk memiliki masalah seperti gangguan attention- deficit hyperaktifity disorder (ADHD). Dan  akan mengalami keterlambatan perkembangan pada pada usia 6 tahun. Meskipun begitu, Laura Scheve, ada hubungan yang kuat dan konsisten antara berat badan sebelum hamil  dan perkembangan anak-anak.

Screenshot_45

Bahkan dengan faktor- faktor lain, seperti pendidikan dan pendapatan keluarga juga dapat diperhitungkan. Ini menggarisbawahi  pentingnya rekomendasi  bahwa perempuan untuk mempertahankan gaya hidup sehat dan berat badan sebelum hamil, ibu-ibu memiliki indeks massa tubuh atau body- mass index (BMI). Indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) adalah perkiraan kasar dari lemak tubuh seseorang berdasarkan  pengukuran tinggi dan berat badan. Indeks berat badan yang melebihi 30 adalah dikatakan obesitas. Jika angka indeks massa  tubuh mencapai lebih dari 35 menandai resiko lebih tinngi penyakit terkait obesitas. Para wanita dengan BMI  diatas 35 lebih rentan  terhadap masalah.
Dibandingkan ibu dengan berat badan normal, mereka dua kali lebih mungkin untuk mendapatkan anak-anak mereka mengalami kesulitan mengatur emosi, masalah dengan teman-temanya, atau harus melakukan terapi untuk masalah pesikologis atau gangguan bicara dan bahasa mereka. Anak mereka telah diaknosis dengan autism atau keterlambatan perkembangan dan empat kali lebih mungkin untuk  terdiaknosis menderita ADHD.  Tapi masih ada hubungan yang jelas antara obesitas maternal  dan hasil perkembangan anak. Karenanya memulainya dari sangat awal dan hanya membidik pada faktor tunggal,  seperti obesitas pada ibu. Beberapa faktor kunci, seperti genetika, misalnya, gen yang terkait dengan dopamine kimia otak, berpotensi  menyebebkan obesitas  baik ibu dan beberapa isu  perkembangan pada anak-anak Anda, obesitas membawa resiko  bagi calon ibu dan bayi. Selain itu  obesitas meningkatkan resiko  wanita terkena diabetes terkait kehamilan dan tekanan darah tinngi, dan meningkatkan kemungkinan menbutuhkan C  section. Ini juga terkait dengan resiko tinggi dari cacat lahir, dan mendapat bayi yang baru lahir dengan ukuranya yang besar.