Jangan Sepelekan Alergi Pada Anak

Alergi pada anak bisa mengganggu tumbuh kembangnya, penyakit yang timbul akibat alergi bisa ditangani secara medis. Namun, jika tidak dikenali sebagai gejala alergi, maka keluhan penyakit tetap ada dan akan mengganggu penderitanya. Alergi merupakan reaksi yang berbeda atau menyimpang dari normal terhadap berbagai rangsangan atau zat dari luar tubuh. Biasanya penyebabnya bisa dari makanan, linkungan, atau pengaruh obat-obatan. Penyakit alergi hanya mengenai anak yang mempunyai bakat alergi yang disebut atopik. Bakat atopik atau alergi diturunkan oleh salah satu atau kedua orang tuanya. Oleh karena itu, untuk mendeteksi anak yang sedang menderita alergi, bisa dilihat dengan hanya melihat apakah ayah, ibu, atau saudara kandungnya, apakah salah satu dari mereka menderita alergi. Alergi bisa terjadi pada siapa pun. Bahkan, kepada anak yang kedua orang tuanya tidak menderita alergi. Salah satu saudara kandung yang menderita alergi akan memberikan risiko pada saudar kandung lainnya.Kedua orang tua yang mengidap alergi turut  berkontribusi menurunkan bakat alergi pada anak.

Screenshot_26

Gejala alergi bisa menyerang saluran cerna, kulit, atau saluran napas. Jika alergi menyerang saluran cerna, maka reaksi yang akan terjadi adalah mual, muntah, refluks gastroesofagus, diare, dan BAB berdarah. Kemudian saat alergi menyerang kulit, reaksi yang terjadi adalah untikaria (bentol berwarna merah disertai rasa gatal) atau dermatitis atopi (gejala ekstrimdi pipi, siku, dan tepi pinggir kulit anggota gerak, atau selangkangan). Selain itu, jika menyerang saluran napas, reaksi yang akan terjadi adalah batuk, asma, dan rhinitis (gejala alergi pada hidung). Jika tetap dibiarkan, masalah sistemik yang akan muncul adalah anak akan mengalami anafilaksis (reaksi gejala alergi hebat yang disertai gangguan pernapasan). Jika diabaikan alergi pada anak akan mengganggu tumbuh kembang secara optimal. Kenali gejala umum, Setelah mengenali gejalanya, Langkah pencegahannya bisa dilakukan salah satunya dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, hindari paparan rokok, dan menghindari makanan pemicu alergi.
Pada saat pengenalan makanan anak usia 6 bulan, sebaiknya jangan memberikan makanan pemicu alergi. Strategi yang paling tepat untuk mengatasi alergi terhadap protein susu sapi adalah dengan menghindari protein susu sapi utuh, dan sebagai penggantinya dapat diberikan susu formula hidrolisat, formula asam amino atau formula isolate protein kedelai (Soya). Langkah yang dapat dilakukan selanjutnya adalah menyebarkan informasi yang tepat terkait alergi anak. Hali ini dilakukan dengan tujuan untuk pencegahan dan penanganan sedini mungkin. selanjutnya yaitu pencegahan alergi pada anak merupakan salah satu upaya yang tepat untuk mengatasi alergi.

Mencegah Alergi :

  • Hindari bayi dari bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi, seperti asap, rokok, debu ruam, serbuk sari dan binatang piaraan
  • Perkenalkan bayi pada makanan padat satu demi satu. Beri jarak waktu beberapa hari untuk setiap jenis makanan baru agar dapat mengeceknya bila ada sesuatu reaksi alergi
  • Selama menyusui, sebaiknya berhati-hati terhadap makanan yang berpotensi menimbulkan alergi. Hal itu untuk menghilangkan bayi dari alergi melalui ASI
  • Jika Anda memiliki keluarga yang mengidap alergi, perhatikan saat pengenalan selai kacang dan makann lain dari kacangn.
  • Pada usia empat sampai enam bulan pertama sebaiknya tundalah penyapian dan teruskan memberi ASI atau susu formula selama masa ini. ASI akan memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi.