Bunga Pukul Empat

bunga-tepat-waktu-2

Nama Daerah

Kembang pagi sore (Jawa); kederat (bali); noja (sasak), bunga-bunga parengki (Roti)

Morfologi Tanaman

Tanaman berbentuk semak dengan tiggi 30-80 cm. Batang yang dimilikinya adalah batang basah tetapi tegak, bulat, pada buku tumbuh daun dan cabang. Kemudian daunnya berbentuk jantung yang berwarna hijau dengan panjang mencapai 2-11 cm dengan lebar 8 mm-7 cm. Pangkal daun membulat di mana ujungnya meruncing serta bertepi rata. Bunga berbentuk terompet dan mempunyai banyak warna seperti merah, putih dan lain-lain. Di ujung batang, mahkota 5 cm, diameter 1-1,5 cm.

Bagian Manfaat dan Kandungannya

Bagian yang bermanfaat adalah akar, daun, dan biji. Daun dan bunga mengandung saponin dan tanin, sedangkan bunganya mengandung politenol. Biji mengandung flavonoida dan polifenol. Penyakit yang bisa diobati adalah radang amandel, bisul, jerawat, dan untuk meningkatkan vitalitas seksual.

Cara Penggunaan

Infeksi saluran kencing/prostatitis, radang amandel, kencing manis (diabetes melitus), kencing berlemak, keputihan (leucorrhea), erosi mulut rahim (cervical erosion), dan radang sendi akut (acute arthritis) : Rebus 9—15 g kering atau 15—30 g segar akar kembang pukul empat dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air rebusan dan minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

Bisul : Cuci bersih 10 lembar daun kembang pukul empat, lumatkan, lalu tambahkan air garam secukupnya. Tempelkan hasil lumatan pada bisul dan daerah sekelilingnya, lalu balut dengan kain atau perban.

Kontraindikasi

Untuk merebusnya tidak diperbolehkan menggunakan bahan  dari besi (panci, sendok, dan lainnya).

Walaupun ditemukan efek samping maupun literatur yang menyebutkan adanya kontraindikasi dari konsumsi bagian tanaman bunga pukul empat.

Tetapi sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk kewaspadaan.

  1. Bagi anak-anak: sebaiknya tidak mengonsumsi dengan dosis yang berlebihan sebelum herbalis dan doktr.
  2. Bagi ibu yang melahirkan dan menyusui: jangan mengonsumsinya.