Bangun Kekebalan Anak Dengan Vaksin

 

Screenshot_29Setiap orang tua selalu mengiginkan anak-anaknya lahir normal dan tumbuh sehat serta optimal. Setelah lahir, bayi berpotensi tertular berbagai penyakit. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua agar kesehatan anak tetap terjaga. Diantaranya dengan memberikan ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang. Selain itu, tidak lupa untuk menjaga kesehatan tangan, badan, pakaian, mainan, rumah, lingkungan, serta penyediaan air bersih untuk makanan dan minuman. Tubuh manusia memang mampu memproduksi antibodi dengan sendirinya. Namun, butuh waktu untuk membeltuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit relatif lama dan tidak spesifik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian imunisasi lengkap dan teratur pada anak sejak dini.

Setiap orang tua selalu mengiginkan anak-anaknya lahir normal dan tumbuh sehat serta optimal. Setelah lahir, bayi berpotensi tertular berbagai penyakit. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua agar kesehatan anak tetap terjaga. Diantaranya dengan memberikan ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang. Selain itu, tidak lupa untuk menjaga kesehatan tangan, badan, pakaian, mainan, rumah, lingkungan, serta penyediaan air bersih untuk makanan dan minuman. Tubuh manusia memang mampu memproduksi antibodi dengan sendirinya. Namun, butuh waktu untuk membeltuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit relatif lama dan tidak spesifik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian imunisasi lengkap dan teratur pada anak sejak dini.
Setelah imunisasi akan timbul kekebalan tubuh yang mampu mencegah penularan penyakit. Dengan begitu, anak tidak mudah tertular penyakit berbahaya. D engan begitu, anak tidak mudah tertular penyakit berbahaya. Bila tertular pun tidak akan menjadi sakit berat, tidak menular pada bayi dan anak lain, sehingga tidak terjadi wabah serta tidak banyak kematian. Kadar antibodi/zat kekebalan tubuh  bayi dan anak yang telah diimunisasi bila diukur terbukti jauh lebih tinggi dari pada bayi dan anak yang tidak diimunisasi. Imunisasi justru merangsang dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar sistem tersebut kelak mampu melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh.
Ada vaksin gratis yang disediakan oleh pemerintah melalui posyandu, vaksin tersebut antara lain hepatitis B, polio, BCG, DPT, dan campak. Imunisasi yang belum disediakan secara gratis oleh pemerintah, antara lain rotavirus, pneumokokus, influenza, MMR, demam tifoid, cacar air, hepatitis A, kanker leher rahim (HPV) vaksin anti rabies, meningokokus, dan demam kuning (yellow fever). Kalau penyakitnya sudah jarang dan tidak mewabah, imunisasi masih tetap perlu diberikan agar cakupan tetap tinggi. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi menjadi sangat berkurang karena keberhasilan cakupan imunisasi yang tinggi, sehingga penularan terhenti, tidak dapat berkembang biak, tidak terjadi wabah. Kalau kemudian banyak bayi balita yang tidak diimunisasi, maka penyakit tersebut akan mewabah lagi dengan cepat menimbulkan cacat atau kematian.

5 Imunisasi Yang Wajib :

  1. Hepatitis B
    Lebih dari 100 negara memasukkan vaksin ini dalam program nasional. Apalagi Indonesia yang termasuk negara endemis tinggi penyakit hepatitis. Jika menyerang anak, penyakit yang disebabkan virus ini sulit disembuhkan. Bila sejak lahir telah terinfeksi virus hepatitis B (VHB), dapat menyebabkan kelainan-kelainan yang dibawanya terus hingga dewasa.
  2. BCG
    Imunisasi ini akan mencegah tubuh dari penyakit TB (Tuberkulosis). TB disebabkan kuman mycrobacterium tuberculosis dan mudah sekali menular melalui droplet, yaitu butiran air di udara yang terbawa keluar saat penderita batuk, bernapas, ataupun bersin.
  3. Imunisasi Campak
    Sebenarnya, bayi sudah mendapat kekebalan campak dari ibunya. Namun seiringnya bertambah usia, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak. Apalagi penyakit campak mudah menular dan mereka yang daya tahan tubuhnya lemah gampang sekali terserang penyakit yang disebabkan virus morbili ini.
  4. Imunisasi Polio
    Belum ada pengobatan efektif untuk membasmi polio. Penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan ini disebabkan virus poliomyelitis yang sangat menular. Penularan bisa lewat makanan/minuman yang tercemar virus polio. Virus polio berkembang biak dalam tenggorokan dan saluran pencernaan atau usus, lalu masuk ke aliran darah dan akhirnya ke sumsum tulang belakang hingga bisa menyebabkan kelumpuhan otot tangan dan kaki.
  5. Imunisasi DPT
    Dengan pemberian imunisasi  DPT, diharapkan penyakit difteri, tetanus, dan pertusis, menyingkir jauh dari tubuh si kecil. Kekebalan segera muncul sesuai diimunisasi.