Tanaman Beluntas

manfaat-daun-beluntas2

Nama Daerah

Baluntas (Sunda); luntas (Jawa); lamutasa (Makasar); lenabau (Timor)

Morfologi Tanaman

Tanaman beluntas memiliki batang kayu, batang bulat dan berdiri tegak serta mempunyai banyak cabang. Bila tidak dipangkas pohon beluntas tingginya bisa mencapai 3 meter. Daunnya bertangkai pendek, daunnya berbentuk menyerupai bulat telur, pada bagian ujung daun berbentuk runcing serta posisi daun yang letaknya berselang-seling. Bunga keluar di ujung cabang dan ketiak daun, berbentuk bunga bonggol, bergagang atau duduk, dan berwarna ungu, mempunyai bentuk yang majemuk, mahkota lepas, mempunyai putik menyerupai jarum dengan panjang kurang lebih 6 mm dengan warna hitam agak kecoklatan. Bunga beluntas mempunyai kepala sari yang berwarna ungu sementara kepala putiknya mempunyai warna putih agak kekuningan. Buah kecil, keras, warna coklat, biji coklat keputih-putihan. Perbanyakan dengan biji atau stek.

Bagian Manfaat dan Kandungannya

Bagian yang bermanfaat adalah bagian daun. Daun dan bunga mengandung saponin, flavanoid, polifenol, dan alkaloid. Digunakan untuk mengobati bau badan dan bau mulut.

Cara Penggunaan

Daun Beluntas Untuk menghilangkan bau badan dan bau mulut. Siapkan beberapa helai daun beluntas (3 -5 helai), cuci dengan air sampai benar-benar bersih, kemudian rebus dengan 2 gelas air bersih, tunggu sampai mendidih hingga tersisa menjadi 1 gelas. Kemudian angkat dan diamkan sampai menjadi hangat, minumlah secara rutin pagi dan sore hari.
Selain direbus, daun beluntas juga dapat disajikan sebagai lalapan pada saat makan. Namun pastikan dahulu bahwa daun beluntas yang akan disantap sudah dicuci dan benar-benar bersih.

Kontraindikasi

Belum ditemukan efek samping maupun literatur yang menyebutkan adanya kontraindikasi dari konsumsi tanaman beluntas.

Tetapi sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk kewaspadaan.

  1. Bagi anak-anak: sebaiknya tidak mengonsumsi dengan dosis yang berlebihan sebelum herbalis dan doktr.
  2. Bagi ibu yang melahirkan dan menyusui: jangan mengonsumsinya.