Tanaman Bayam Duri

Bayam Duri

Nama Daerah

Bayam kerui (Lampung); senggak cucuk (Sunda); bayam eri (Jawa); baya (Ternate); sianu katinting (Makasar); kedawawau (Sulawesi); bayam kikihan (Bali)

Morfologi Tanaman

Tumbuhan ini mempunyai batang lunak atau basah, tingginya dapat mencapai 1 meter. Batang berwarna hijau atau kemerahan, bagian pangkal polos, bagian atas sedikit berambut, sering bercabang banyak dan berduri. Bentuk daunnya menyerupai belahan ketupat dan berwarna hijau. Bunganya berbentuk bunga bongkol, berwarna hijau muda atau kuning.

Bagian Manfaat dan Kandungannya

Bagian yang bermanfaat adalah seluruhnya. Kandungannya terdiri atas amrantin, ruitn, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin (A, C, K, dan B6/piridoksin). Digunakan untuk melancarkan ASI, sakit gigi, dan bisul.

Cara Penggunaan

  1. Tumbuk halus sebatang bayam, balurkan pada payudata dan sekitarnya. Lakukan sehari 3-4 kali sampai air susu mengalir lancar.
  2. Untuk sakit gigi. Bersihkan akar segar, kunyah.
  3. Untuk bisul. Tumbuk halus daun segar sebanyak 3-5 g kemudian balurkan ramuan ke bagian yang bisul dan diperban. Dapat diganti dua kali sehari.

Info Lain

Sebenernya bayam duri tidak dapat dikonsumsi seperti bayam yang biasa dimakan karena rasanya tidak enak dan batangnya berduri.

Kontraindikasi

Sebaiknya untuk ibu hamil dan seseorang yang sedang menstruasi tidak dikonsumsi karena dapat menyebabkan osteoporosis dan ketidak seimbangan kalsium. Berhati-hati pula terhadap polennya karena dapat menyebabkan kerantis (pandangan pada kornea mata).