Penyakit Degeneratif Masih Mengintai

Screenshot_13Penyakit degenerati sejak beberapa dasawarsa silam telah menjadi segmentasi permasalahan tersendiri bagi tidak hanya di Indonesia, juga tiap negara di seluruh dunia. Mengerikannya lagi, penyakit degeneratif kini tidak hanya menyerang mereka yang berusia lanjut, tetapi sudah menyerang mereka yang berusia muda. Bersama dengan permasalahan yang diakibatkan berbagai macam penyakit menular, kasus penyakit noninfeksi ini menimbulkan beban ganda bagi dunia kesehatan. Hingga saat ini penyakit degeneratif telah menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Di Indonesia, transisi epidemiologi menyebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit, yakni penyakit kronis degeneratif terus mengalami peningkatan.
Penyakit degeneratif menyebabkan terjadinya kerusakan atau penghancuran terhadap jaringan atau organ tubuh.
Proses dari kerusakan ini dapat terjadi karena seiring dengan usia maupun karena gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup ini umumnya dipicu oleh modernisasi zaman dan kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan sehingga masyarakat semakin terlena dan di manjakan akan kemudahan-kemudahan fasilitas yang ada. Adanya lift, telpon genggam, internet, serta sarana transportasi membuat orang semakin sedikit bergerak. Gaya hidup sedentari yang ditandai dengan banyaknya duduk dan kurang gerak aktivitas fisik. Pola aktivitas seperi itu, ditambah kegemaran melahap makanan tinggi lemak, karbohidrat dan perotein dari hidangan cepat saji akan memudahkan munculnya penyakit degeneratif.

Penyakit jantung misalnya, belakangan ini penyakit jantung kian populer. Data terbaru menyebutkan setiap dua menit terdapat satu orang yang mengalami serangan jantung. Serangannya yang mendadak dan kadang tidak diawali dengan gejala yang spesifik sehingga menjadikan penyakit ini disebut silent killer alias pembunuhan diam-diam. Bahkan usia pasien penyakit jantung semakin lama semakin muda. Begitu juga dengan stroke, saat ini risiko serangan stroke meningklat 10-15 kali. Stroke sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di Indonesia dan negara berkembang, prevalensi dan mortalitasnya terus meningkat.

Penyakit dengeneratif yang harus diwaspadai.

– Diabetes
Data terbaru yang dikeluarkan Federasi Diabetes Internasional (IDF) menyebutkan, saat ini sekitar 9,1 juta masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes. Angka ini melonjak 500.000 orang dibanding tahun lalu. Indonesia pun menjadi negara dengan populasi diabetes terbesar kelima di dunia.

– Jantung Koroner
Angka prevalensi penderita jantung koroner sebesar 1,5% pada populasi umur lebih dari atau sama dengan 15 tahun. Kematian terbesar di seluruh dunia saat ini masih dikuasai oleh penyakit jantung dan pembuluh darah. Sekitar 29% atau 17,1 juta pasien meninggal setiap tahunnya.

– Stroke
Prevalensi penyakit stroke adalah 12,1 per 1.000 penduduk, hal ini berdasarkan jawaban responden, baik yang pernah didiagnosis oleh tenaga kesehatan maupun dari gejala yang pernah dirasakan. Diperkirakan ada sekitar 300.000 kasus baru stroke setiap tahunnya.

– Gagal Ginjal
Perhimpunan nefrolog Indonesia atau pernefri melaporkan setiap tahunnya terdapat 200.000 kasus baru gagal ginjal stadium akhir. Namun, tidak semua pasien terlayani kebutuhan cuci darahnya  karena keterbatasan unit mesin dialisis.

– Hipertensi
Dari 25% orang di Indonesia yang berusia di atas 18 tahun menderita penyakit darah tinggi (hipertensi). Namun, yang mengkhawatirkan, dari jumlah tersebut, yang menyadari menderita hipertensi (melalu diagnosis tenaga kesehatan dan/atau meminum obat) tidak sampai 10%.