ASI Tingkatkan Kualitas Hidup

ASI merupakan nutrisi penting bagi bayi. ASI memberi manfaat kesehatan untuk seumur hidup. Semakin lama bayi diberi ASI, semakin baik kualitas hidup yang dicapai. Orang-orang yang mendapatkan ASI cenderung lebih cerdas dan dapat menghabiskan masa pendidikannya dengan hasil yang lebih baik. Anak yang telah disusui selama 12 bulan memiliki tingkat kecerdasan (IQ) lebih tinggi dari pada yang disusui kurang dari sebulan. Selain itu memberi ASI lebih lama cenderung membuat bayi tumbuh sehat, menjadi dewasa yang berpendidikan baik, dan lebih produktif. Menyusui dalam jangka waktu yang lebih lama, tidak hanya meningkatkan kecerdasan anak setidaknya sampai usia 30 tahun, juga memiliki dampak baik pada tingkat individu dan masyarakat dengan meningkatkan tingkat pendidikan dan kemampuan yang lebih produktif.
Bayi yang mendapatkan ASI memiliki kecerdasan yang lebih besar diukur dengan tes IQ standar dan telah menghabiskan lebih banyak tahun di bidang pendidikan dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi. Namun, semakin lama mereka mendapatkan ASI, semakin besar manfaat bagi bayi. ASI mengandung kaya asam tak jenuh yang sangat penting untuk pertumbuhan otak. Beberapa penelitian telah menunjukkan bayi dengan genotipe tertentu lebih mungkin untuk mendapatkan IQ yang lebih tinggi dengan menyusui dari pada yang lain. ASI ekslusif selama enam bulan pertama sendiri telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bayi yang telah disusui selama enam bulan mendapatkan sebagian dari keuntungan yang dinikmati oleh orang-orang yang diberi makan dalam jangka waktu yang lebih lama. Menyusui dalam jangka panjang tidak selalu mudah bagi wanita, kurang dari seperempat dari ibu yang menyusui secar eksklusif pada saat bayi berumur enam minggu. Bahwa bayi dengan ASI dapat melindungi bayi dari infeksi telinga, memiliki risiko lebih rendah dari kematian dini, cenderung membuatnya menjadi lebih gemuk. Manfaat menyusui untuk jangka waktu lama tidak hanya bermanfaat bagi bayi pada awal tahun, juga dimaknai ke dalam peningkatan produktivitasnya pada kemudian hari. Sangat penting untuk dicatat bahwa menyusui adalah salah satu dari banyak faktor yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan anak. Setelah ibu melahirkan, kita harus memastikan mereka tetap didukung untuk tetap menyusui selama mereka mampu.

 

NUTRISI DALAM ASI

Screenshot_1
1. Air
ASI mengandung air sebanyak 87,5%. Oleh karena itu, bayi yang mendapat cukup ASI tidak perlu lagi mendapat tambahan air walaupun berada di tempat yang mempunyai suhu udara panas. Kekentalan ASI sesuai dengan dengan saluran cerna bayi.

2. Protein
Kandungan protein ASI cukup tinggi dan komposisinya berbeda dengan protein yang terdapat dalam susu sapi. Protein whey dan casein. Protein dalam ASI lebih banyak terdiri dari protein whey yang lebih mudah diserap usus bayi, sedangkan susu sapi lebih banyak mengandung protein casein yang lebih sulit dicerna susu bayi. Kualitas protein ASI juga lebih baik dibandingkan susu sapi yang terlihat dari profil asam amino. ASI mempunyai jenis asam amino yang lebih lengkap dibandingkan susu sapi. Salah satu contohnya asam amino taurin, asam amino ini hanya ditemukan dalam jumlah sedikit di dalam susu sapi. Taurin diperkirakan mempunyai peran pada perkembangan otak.

3. Lemak
Kadar lemak dalam ASI lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi dan susu formula. Kadar lemak yang tinggi ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan otak yang cepat selama masa bayi. Terdapat beberapa perbedaan antara profil lemak yang ditemukan dalam ASI dan susu sapi atau susu formula. Lemak omega 3 dan omega 6 yang berperan pada perkembangan otak bayi banyak ditemukan dalam ASI.

4. Karbohidrat
Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI dan berfungsi sebagai salah satu sumber energi untuk otak. Kadar laktosa yang terdapat dalam ASI hampir 2 kali lipat dibandingkan laktosa yang ditemukan pada susu formula atau susu sapi. Kadar karbohidrat dalam kolostrum tidak terlalu tinggi, tetapi jumlahnya meningkat, terutama laktosa pada ASI transisi (7-14 hari setelah melahirkan).

5. Vitamin dan Mineral
Berbagai vitamin tersedia lengkap pada ASI. Mulai dari vitamin K, vitamin D, Vitamin E, vitamin A, hingga vitamin yang larut dalam air. ASI juga sarat mineral. Mineral di dalam ASI mempunyai kualitas yang lebih baik dan lebih mudah diserap dibandingkan dengan mineral yang terdapat di dalam susu sapi.

6. Karnitin
Karnitin ini mempunyai peran membantu proses pembentukan energi yang diperlukan untuk mempertahankan metabolisme tubuh. ASI mengandung kadar karnitin yang tinggi, terutama pada 3 minggu pertama menyusui, bahkan di dalam kolostrum kadar karnitin ini lebih tinggi lagi.