Perempuan Gemuk Berisiko Tinggi Saat Hamil

Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya mulai sekaran perhatikan berat badan. Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan perempuan berbobot tinggi berisiko tinggi saat hamil. Risiko tertinggi dialamai para perempuan obesitas. IMT adalah ukuran lemak tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan. Angka IMT 19 hingga 24 tetap dinyatakan sehat dan normal. Sementara IMT diantara 25 hingga 29 merupakan tanda kelebihan berat badan dan IMT di atas 30 merupakan pertanda merupakan obesitas. Sayangnya, IMT maksimal saat ke hamilan belum dinyatakan.
Para peneliti mengatakan, kondisi yang berkaitaan dengan kelebihan berat badan dan obesitas, termasuk preklamsia, diabetes gestasional, diabetes tipe 2, hipertensi gestasiol, dan anomali kongenital, mungkin menjadi penyebab peningkatan risiko kematian janin dan bayi.
Wanita seharusnya memiliki buku panduan manajemen berat badan sebelum merencanakan kehamilan untuk mengurangi risiko fatal ke matian janin. Untuk itu, sebelum hamil sebaiknya jaga berat badan ideal. Untuk mendapatkan berat badan normal, perlu memperhatikan asupan kalori yang seimbang. Sesuai komposisi karbohidrat, serat, protein, dan lemak seimbang, serta jadwal waktu makan dengan baik. Badan Kesehatan Dunia WHO juga merekomendasikan untuk meningkatkan konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian, atasi asupan kalori dari lemak jenuh dan ganti dengan lemak tidak jenuh serta membatasi asupan gula.


Buah dan sayur, mengandung vitamin dan mineral, antioksidan, serta larut dan tidak larut, serta cairan yang diperlukan tubuh. Buah dan sayur juga dapat mencegah berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes, hiperkolestrol, atau kanker usus. Serat pada buah dan sayur dapat membantu membuat rasa kenyang sehingga mengurangi keinginan makan makanan lain di luar jam makan. Selain itu, serat larutan akan membantu penyerapan gula lebih lambat dan menjaga peningkatan kadar gula agar tidak berlebihan dan tidak menurun drastis. Berdasarkan pernyataan WHO dan Badan Pangan dan Pertanian Dunia FOA, kekurangan asupan buah dan sayur dapat menyebabkan risiko kematian akibat kanker saluran cerna sebesar 14%, risiko kematian akibat penyakit jantung koroner sebesar 11%, dan kematian akibat stroke sebesar 9%. Serat yang dibutuhkan dianjurkan 25-30gram setiap hari. Maka itu, dianjurkan membiasakan diri konsumsi minimal dua porsi buah dan tiga porsi sayur setiap hari secara teratur sejak dini.
Agar mendapatkan tubuh ideal dan sehat, penting pula meningkatkan aktivitas fisik dengan olaraga teratur. Untuk menurunkan berat badan berlebihan, dengan menjalankan olahraga aerobik minimal empat kali per minggu dan minimal 45 menit per sesi latihan. Penurunan berat badan secara moderat sekitar 5%-10% akan memperbaiki kontrol gula darah, tekanan darah, kolesterol, serta mengurangi gejala sleep apnea dan osteoarthritis. Selain itu, meningkatkan aktivitas fisik harian juga untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan meminimalkan kalori yang mengendap. Jangan lupa mengkonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi baik, berserat tinggi, dan mengandung antioksida, semisal protein dari hewan dan nabati, sayuran, dan buah-buahan.

Jaga Berat Badan Saat Hamil

Jaga pola makan teratur dan seimbang
Biasanya setelah memasuki masa stabil, ada kecenderungan nafsu makan bertambah secara tiba-tiba sehingga diperlukan usaha ekstra untuk mengontrol diri. Jangan biarkan diri terbiasa memakan camilan terus-menerus. Serta perhatikan pola makan yang teratur, yakni makan tiga kali sehari secara tertaur pada waktu yang sama setiap harinya.

Kurangi konsumsi gula lemak, dan garam
Penyebab utama berat badan berlebihan selama kehamilan dalah akibat konsumsi kalori berlebihan. Untuk itu, aneka makanan yang berlemak atau manis-manis sebaiknya dikurangi

Timbang berat badan seminggu sekali
Setelah memasuki masa stabil, yaitu setelah hilangnya ngidam (setelah memasuki minggu ke-16), usahakan untuk menimbang berat badan secara teratur minimal satu minggu sekali. Jangan lupa catat berat badan setiap kali habis menimbang.

Penambahan berat tidak lebih dari 300 gram setiap minggu
Setelah memasuki minggu ke 20, pertambahan berat cenderung konstan setiap minggunya. Karena itu, bila terjadi pertambahan yang lebih dari 500 gram, sudah bisa dipastikan tidak normal.