Hindari Cedera Saat Olahraga Lari

Gunakan Sepatu yang Tepat
Meski bermerek, sepatu lari yang keseringan dipakai tak lagi memberikan fungsi maksimal. Sepatu olahraga tidak sama dengan jenis sepatu lainnya. Sepatu lari dirilis dengan fitur-fitur yang memiliki jangka waktu berbatas. Jadi, ketika sepatu usang masih tetap dikenakan untuk berlari, hal ini hanya akan membuat kaki lemah dan tubuh cenderung mudah sakit atau cedera. Belilah sepatu yang sesuai jenis kaki dan tingkatan pronasi menentukan ciri-ciri sepatu yang saling berhubungan dengan tiga jenis telapak kaki seperti pada gambar tes basah. Bentuk sepatu dengan mudah bisa dilihat dengan membalikkannya dan melihat dasarnya. Pronasi adalah rotasi kaki ke arah  dalam ketika mendarat di tanah. Proses pronasi ini alamiah dan normal pada setiap orang, dan sangat membantu kaki menyerap dampak guncangan.

Teknik Berlari
Sikap tubuh paling efisien saat berlari adalah tegak dan sedikit saja berdasar ke arah depan. Jika merasa tubuh tidak seimbang sewaktu berlari, seperti akan terjatuh, jangan langsung berhenti, majulah sedikit untuk menangkap tubuh dan menjaga keseimbangan. Selain itu, ingat, janganlah berlari terlalu cepat. Figuerora justru merekomendasikan  teknik berlari bertahap yang mudah untuk diaplikasikan. Kemudian, jangan memaksa tubuh terlalu keras. Gunakanlah alat monitor jantung yang digunakan saat berlari. Atau pada kecepatan yang diinginkan, Tetapi jangan sampai memaksa tubuh di luar batas kemampuan.

Jangan Mengandalkan Tumit
Saat sedang berlari, hindarilah mendaratkan tumit terlebih dulu. Simpan kekuatan tumit untuk sesi berlatih jalan kaki. Ketika berjalan normal, posisi kaki yang lain secara otomatis menempel pada dataran tetapi saat lari, ada momen ketika tubuh sedikit melayang ringan. Jadi, jika Anda menggerakkan kaki seperti saat sedang berjalan, hal akan sangat berbahaya jika saat lari. Kebiasaan berlari dengan mengandalkan kekuatan tumit dapat mengakibatkan nyeri punggung dan lutut. Saat berlari, pastikanlah bagian kaki yang menginjak dataran adalah telapak depan. Cara ini memudahkan  otot kaki untuk menangkap bobot saat tubuh berada dalam posisi melayang. Gerakan seperti ini mengurangi kemungkinan terjadinya cedera patah tulang dn sendi.