Mengurangi Risiko Kanker Endometrium

Kanker endometrium adalah jaringan atau selaput lender rahim yang tumbuh di luar rahim. Padahal, seharusnya jaringan endometrium melapisi dinding rahim. Kanker endometrium tumbuh pada ovarium, tuba falopii, dan saluran menuju vagina. Kanker ini bukan merupakan penyakit akibat hubungan seksual. Wanita muda maupun yang sudah tua dapat terkena penyakit ini. Walaupun pada umumnya yang terserang wanita yang sudah tua. Tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim kemungkinan disebabkan oleh darah menstruasi masuk kembali ke tuba falopii dengan membawa jaringan dari lapisan dinding rahim sehingga jaringan tersebut menetap dan tumbuh di luar rahim. Kemungkinan lain adalah jaringan endometrium terbawa ke luar rahim melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.
Jika ditemukan gejala pendarahan yang abnormal, pendarahan setelah menopause atau keputihan yang tak kunjung sembuh, segera lakukan pemeriksaan sitologi selaput lendir rahim untuk mendeteksi adanya sel-sel atipik. Pemeriksaan lain yang bias dilakukan adalah USG transvagina untuk melihat ketebalan endometrium. (Sumber. buku Kanker Pada Wanita).
Faktor ini diyakini memengaruhi perkembangan tumor, sirkulasi kadar hormon, dan peradangan, berhubungan dengan kehidupan lebih baik para penderita kanker endometrium. Seluruh wanita seharusnya termotivasi untuk menjaga kesehatan tubuh dan berat badannya dengan berolahraga khususnya penderita kanker endometrium, dengan aktivitas fisik tidak membuktikan hubungan sebab akibat. Kanker endometrium atau kanker dinding rahim merupakan jaringan atau selaput lendir rahim yang tumbuh di luar rahim.


Padahal seharusnya jaringan endometrium melapisi dinding rahim. Kanker endometrium tumbuh pada ovarium, tubafalopi, dan saluran menuju vagina. Penyakit ini jarang terjadi pada usia dibawah 4 tahun, risiko meningkat tajam saat usia 45an sampai pertengahan 60-an. Insiden pada wanita berkulit putih pada usia yang sama duakali lebih tinggi dibandingkan yang tidak berkulit putih, kanker endometrium utamanya menyerang wanita pascamenopause.
Jika ditemukan gejala pendarahan yang abnormal, pendarahan setelah menopause atau keputihan yang tak kunjung sembuh, segera lakukan pemeriksaan sitologi selaput lendir rahim untuk mendeteksi adanya sel-sel atipik. Pemeriksaan lain yang bias dilakukan adalah USG transvagina untuk melihat ketebalan endometrium. (Sumber. buku Kanker Pada Wanita).