Ketika Si Kecil Masuk Angin

Saat masuk angin umumnya anak menjadi sering menangis, rewel, dan tidak mau makan. Untuk itu mengatasinya, buat badannya nyaman, banyak minum air, dan istrahat. Pada musin pancaroba banyak orang yang mudah terserang penyakit tak kenal usia dari anak-anak dampai orangtua juga mudah terkena penyakit. Perubahan suhu yang drastis dari panas ke dingin yang kerap berlangsung dapat menggerogoti  daya tahan tubuh, rupanya kekebalan tubuh menjadikan badan kita rentan terinfeksi kuman penyakit, salah satunya masuk angin.

Secara medis, di dunia kedokteran Barat sebenarnya istilah ini tidak dikenal, istilah masuk angin umumnya mengacu pada kumpulan gejala tidak nyaman, seperti perut kembung, demam, pusing, mual, bahkan sampai muntah. Saat masuk angin, umumnya anak akan menjadi sering menagis , rewel, dan tidak mau makan karena perutnya terasa sakit, kadaan ini tentu membuat anda sebagai orang tua khawatir. Solusi paling penting yaitu membuat tubuh anak menjadi nyaman dengan menempatkannya di ruang suhu normal, banyak minum, dan beristirahat.Screenshot_307
Masuk angin bisa jadi merupakan gejala awal dari infeksi virus, jika gejala tersebut bisa berlangsung lama harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis atau dokter untuk mendeteksi awal dari suatu penyakit. Biasanya usai tiga hari gejala-gejalanya tidak juga membaik segera bawa anak ke dokter, dokter akan mengidentifikasi apa penyebab pastinya.
Gejala masuk angin tersebut memiliki penanganannya sendiri-sendiri. Misalnya jika rewel beri buah hati kenyamanan dengan menyusuinya, menggendong, menidurkanya, mengelus-elus, mengganti popok, mendengarkan music, atau mengajaknya jalan-jalan. Rewel ini bisa menjadi factor medis seperti terjangkit infeksi virus, sakit perut, atau alergi. Sementara jika anak demam upayakan beri dia rasa nyaman, kasih minum air, istirahat, kompres air hangat, tempatkan diruangan bersuhu normal, ganti pakaian yang tidak tebal, dan beri obat antipiretik.
Adapun jika anak menderita batuk dan pilek, biarkan dia istirahat, kasih air hangat, usahakan lingkungan tetap hangat, dan mengurangi infeksi virus. Sementara jika anak terkena diare, beri dia cairan rehidrasi oral seperti oralit untuk mencegah dehidrasi, lalu usahakan anak tetap disusui atau diberi makan, jika anak terlihat sangat gelisah, susah minum, muntah terus, dan diare yang mengeluarkan darah segeralah bawa kedokter. Orang tua jangan asal-asalan dalam memberikan obat masuk angin yang banyak dijual bebas dipasaran kepada si kecil.
Membarikan obat secara serampangan bisa-bisa tidak membuatnya sembuh, malah memicu timbulnya penyakit lain, apalagi tubuh anak-anak rentan mengalami efek samping dari obat masuk angin