Jangan Sembarang Pasang Behel

Behel semula bertujuan untuk merapihkan gigi, belakangan ini behel menjadi Fashion braces yang populer di kalangan remaja dan orang dewasa, dengan alasan gaya ataupun memang ingin merapihkan gigi dengan harga murah meriah. Padahal kita tidak dapat memastikan material braces yang digunakan aman atau tidak, apakah bahayanya bisa larut jika terkena saliva, apakah juga bereaksi jika terkena salvin, breaksi jika mengenai jaringan lain yang ada di dalam mulut. Modus yang dilakoni mereka yang membeli behel secara online, misalnya. Pasang behel diahli gigi, sementara untuk kontrol barulah kedokter gigi. Lumayan menghemat rupiah.
Sementara soal alat-alat dokter gigi yang dijual secara bebas, alat-alat tersebut hanya boleh digunakan dokter gigi. Kawat niti misalnya, sifatnya yang amat lentur membuat penggunaanya harus sangat hati-hati. Sembarangan memasang, gerakan kawat niti menjadi tidak terkontrol alhasil gigi pun bisa jadi berantakan. Pemasangan behel utamanya berguna untuk mengembangkan fungsi pengunyahan, fungsi bicara, dan sebagainya. Baru kemudian menyusul fungsi estertika. Pemasangan kawat gigi yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi gusi akibat kualitas kawat, membuat gusi berdarah, dan lebih parahnya membuat penularan penyakit serta menyebabkan kematian.

Behel yang dipasang sembarang dapat merusak letak dan fungsi gigi yang sebenarnya. Bracket yang dipasang pada gigi dapat menekan dan mengeser gigi yang sudah rapih serta membuat tulang gigi dibawahnya bergeser, goyah, bahkan lepas. Setelah memasang behel pasien harus rajin-rajin membersihkan kotoran di sela-sela bracket, kawat dan gigi. Lebih sempurna lagi menggunakan obat kumur untuk membersihkan dari bakteri dan sisa makanan, dari pad rugi waktu dan biaya serta makin memperparah kelainan yang ada maka urusan pemasangan behel sebaiknya diserahkan kepada spesialis orthodonti yang memang sudah jelas kopetensinya.