Segarkan Diri dengan Olahraga Hijau

olahraga hijau

Daerah kota yang begitu padat dengan aktivitas manusia, khususnya di kota-kota besar membuat kita harus memiliki banyak cara untuk untuk menghadapinya. Misalnya adalah perjalanan berangkat dan pulang kerja, hal tersebut menjadi rutinitas mendebarkan.

Hal tersebut disebabkan kemacetan lalu lintas yang luas biasa padat, belum lagi jika turun hujan, lengkap kejenuhan serta keletihan yang menyelimuti. Setelah 5 atau 6 hari bekerja, ketika akhir pekan, aktivitas yang terpikirkan biasanya adalah tidur atau santai-santai seharian di rumah. Hal tersebut dapat jadi termasuk ke dalam banyak cara untuk menghadapi keletihan setelah berjibaku dengan suasana kota besar. Tetapi, jika terlalu lama bermalas-malasan di rumah, tubuh akan terasa kaku. Oleh sebab itu, disarankan menyediakan waktu olahraga. Jika bukan termasuk ke dalam orang yang suka dengan olahraga di pusat kebugaran, halaman rumah, lapangan atau taman di dekat rumah dapat menjadi pilihan lokasi lain untuk berolahraga. Tidak perlu berolahraga terlalu berat, berjalan kaki atau lari-lari kecil mengitari taman selama 30 menit bisa membantu untuk menyegarkan diri. Olahraga tersebut dikenal juga dengan “olahraga hijau”. Olahraga yang dilakukan di taman atau ruang hijau bisa meningkatkan suasana hati dan kesehatan mental. Melakukan aktivitas fisik di sebuah taman atau ruang terbuka hijau bisa menurunkan risiko penyakit mental dan meningkatkan kesehatan. Aktivitas tersebut seperti berjalan, berkebun, bersepeda, dan bercocok tanam.

Manfaat olahraga hijau:

1. Menurunkan risiko diabetes dan stress

Salah satu hal yang disarankan untuk menghindari penyakit diabetes adalah melakukan aktivitas fisik. Orang yang rajin berkebun seperti melakukan olahraga sebanyak 150 menit dalam seminggu. Bertani atau berkebun dalam skala kecil juga mampu membuat tubuh menjadi rileks dan menghilangkan stres. Bertani atau berkebun akan membuat tubuh dan pikiran menjadi sarana rekreasi dan membuat Anda menjadi terbebas dari rutinitas kerja.

2. Mengurangi risiko osteoporosis

Berkebun dan aktivitas fisik lain dapat membantu menurunkan berat badan dan menyehatkan tubuh. Namun, aktivitas fisik tersebut juga dapat menyehatkan tulang. Sebuah penelitian menunjukkan 3.310 wanita yang sudah lanjut usia yang terlibat dalam kegiatan berkebun memiliki kadar osteoporosis lebih rendah dari mereka yang melakukan lari kecil, aerobik, dan berenang.

3. Tidur nyenyak

Keuntungan kesehatan mental yang diperoleh dari berkebun sangat kuat. Hal tersebut didukung dengan berkembangnya terapi hortikultura yang membantu orang-orang berkebutuhan khusus untuk bisa berdamai dengan sekitarnya. Penelitian pada orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus dan rasa cemas berlebihan menunjukkan, berkebun membantu penyakit mereka reda. Mereka dapat tidur teratur dengan kualitas istirahat yang membaik. Penelitian lain menunjukkan berkebun adalah strategi untuk menghadapi hidup yang menekan. Semakin berkurang rasa tertekan pada diri kita, kualitas tidur akan semakin bagus.