Mengatasi Ketergantungan Narkoba dengan Jamu

Penyalahgunaan Narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan cenderung semakin meningkat serta merupakan masalah bersama antara yang melibatkan pemerintah dan masyarakat sehingga memerlukan suatu strategi yang melibatkan seluruh komponen bangsa yang bersatu padu dalam suatu gerakan bersama. Ketergantungan terhadap narkoba sangat berresiko dan berbahaya bagi tubuh. Penggunaan bahan kimia Narkoba dalam jangka waktu panjang  akan mengganggu system kerja syarat di otak  yang berfungsi untuk menangkap pembelajaran, memahami, memori dan prilaku seseorang. Ketergantunga terhadap Narkoba adalah gangguan dalam otak yang disebabkan penyalahgunaan Narkoba sehingga menyebabkan pengulangan perilaku yang berlebihan dari orang yang tidak atau susah berhenti terhadap obat-obatan walaupun dengan resiko berbahaya bagi tubuhnya. Jika mereka berhenti mengkonsumsi obat-obatan, maka tubuh dari si pecandu akan menderita berlebih secara fisik dan mereka mau tidak mau harus memenuhi perasaan ketagihan tersebut dengan cara apapun. Salah satu cara untuk mengobati ketergantungan pada narkoba, bisa menggunakan natural terapi terdiri dari beberapa tanaman obat yang diolah menjadi jamu.
“Jamu merupakan salah satu bentuk produk olahan tanaman obat asli Indonesia yang memiliki nilai historis dan telah berperan besar bagi bangsa Indonesia sejak berabad-abad lalu, baik sebagai pemeliharaan kesehatan, pengobatan, kebugaran maupun kecantikan  bahkan berperan sebagai pendukung perekonomian masyarakat” demikian disampaikan oleh Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Ir.Jamil Musanif dalam seminar  Pemanfaatan Jamu Mengatasi Ketergantungan Narkoba pada tanggal 13 Desember di Gedung Pusat Informasi Agribisnis, Kementerian Pertanian. Natural Terapi
Metoda Pemulihan Pecandu Narkoba “Natural Terapi Dengan Temulawak Berbasis Masyarakat” merupakan suatu metode penyembuhan ketergantungan narkoba yang efektif, ekonomis dan praktis. Sebagaimana disampaikan oleh dr.Fardinand  Rabain dari INTERZONE  DEMAND REDUCTION PROGRAM.  “Natural terapi merupakan pemberian dari alam dan mudah untuk dipelajari sehingga dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun”.
Natural Detoksifikasi Suatu proses untuk membantu seseorang melewati masa ketergantungan dari pemakaian napza / narkoba dengan memanfaatkan berbagai anugrah yang sudah tersedia di alam dengan aman, nyaman dan manusiawi. Temulawak(Curcuma xanthorrhiza, Roxb)
Kandungan utama rimpang temulawak adalah protein, karbohidrat, dan minyak atsiri yang terdiri atas kamfer, glukosida, turmerol, dan kurkumin. Kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, anti inflamasi, anti hepatotoksik, hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, diuretik (peluruh kencing), membersihkan darah dan menghilangkan nyeri sendi. Indikasinya: Sakit limpa, sakit ginjal, sakit pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin, maag, sakit perut, produksi ASI,nafsu makan; sembelit, sakit cangkrang, cacar air, sariawan, jerawat. Bagian yang digunakan dalah  rimpangnya Cara pembuatan
Pembuatan ramuan tersebut dicampur dengan Sambiloto (Andrographidis panic), Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban), Meniran (Phylanthus urinaria, Linn) dan Sidaguri (Sida rhombifoli Linn) dengan komposisi:

  • Temulawak 30 g
  • Pegagan 20 g
  • Sambiloto 10 g
  • Meniran 30 g
  • Sidaguri 60 g

Rebus dengan 6 gelas air dengan menggunakan api kecil sampai jadi 3 gelas . Minum 3 x 1 gelas perhari

Sambiloto Meniran
Pegagan Sidaguri