Mengatasi Alergi Susu Sapi

Pada masa pertumbuhan, susu sapi dibutuhkan sebagai penunjang tumbuh kembang. Namun, tak sedikit anak yang alergi terhadap protein susu sapi. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan, alergi protein susu sapi adalah salah satu alergi makanan yang paling umum dialami oleh anak. Hal ini disebabkan oleh reaksi imunologis akibat pemberian susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi muncul. Penyebabnya adalah sistem imun anak menganggap kandungan protein pada susu sapi sebagai zat yang berbahaya, dengan demikian sistem kekebalan tubuh anak akan melewati protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi akan muncul.

Alergi umumya mengenai anak yang mempunyai bakat alergi yang disebut atopik, dimana bakat tersebut diturunkan secara genetik oleh salah satu atau kedua orang tuanya. Jika orang tuanya memiliki alergi terhadap suatu makanan  termasuk susu sapi, 50% kemungkinan si anak memiliki alergi yang sama. Selain fakto genetik, faktor lain yang bisa menimbulkan alergi adalah lingkungan. Gejala yang psling sering muncul pada anak yang memiliki alergi protein susu sapi, yaitu masalah di saluran cerna mulai dari muntah, kolik, diare, darah dalam fases, hingga masalah pada kulit berupa bentol merah gatal, bentol merah berisi cairan, keropeng, serta kulit kering dan gatal.

Screenshot_306

 

 

 

Gejala klinis lain yang mungkin muncul adalah bengkak dan gatal di bibir sampai lidah, nyeri dan kejang perut, muntah sampai diare berat yang disertai dengan darah. Alergi ini bisa juga berdampak pada gangguan saluran pernapasan, seperti bersin-bersin disertai gatal di hidung, batuk pilek berulang, hidung tersumbat, asma dan sesak napas. Penanganan dasar unruk alergi protein susu sapi yaitu dengan menghindari protein susu sapi atau produk turunannya, selama penanganan alergi susu sapi pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi yang memderita alergi tersebut tidak boleh dihentikan, terutama selama masa pemberian ASI eksklusif pada saat bayi berusia 0-6 bulan.
ASI merupakan nutrisi terbaik karena mengandung nutrisi lengkap dan bisa berefek positif terhadap sistem ketahanan tubuh anak. Namun, bila ASI tidal dapat diberikan atas indikasi medis, alternatif lain dengan menggunakan susu formula “hipoalergenik” atau pemberian susu kedelai (soya). Selain itu, susu pertumbuhan kedelai merupakan alternatif pengganti susu sapi karena mengandung isolat protein kedelai dan susu difortifikasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Perlu diperhatikan susu pertumbuhan kedelai yang dianjurkan adalah yang mengandung isolat protein kedelai  susu pertumbuhan ini berbeda dengan susu sari kedelai.