Cara Tepat Tangani Nyeri Lutut

Screenshot_308

Peradangan sendi lutut atau disebut juga osteoartritis  adalah penyakit degeneratif
yang tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikendalikan progresivitasnya. Maka dari itu,
penanganannya harus tepat agar nyeri lutut bisa teratasi dan penderita dapat
beraktivitas seperti biasa. osteoartritis  merupakan masalah paling utama yang
diderita orang berusia lanjut, ini adalah penyakit kronis yang mengenai sendi dan
tulang di sekitar yang menyangga berat tubuh, seperti dilutut atau pinggang.
Untuk lutut atau pinggang. Untuk bisa bertahan dari nyeri akibat osteoartritis,
sebagian besar pasien bergantung pada obat antinyeri yang kadang penggunaannya
tidak proposional sehingga menimbulkan efek samping yang fatal. Obat anti nyeri bukanlah solusi untuk osteoartritis. Selain obat anti nyeri dikenal juga beberapa pengobatan seperti suntik kolagen, suntik asam hialuronat, atau yang banyak digunakan adalah suplemen glukosamin kondroitin, obat-obatan ini belum terbukti mampu mengatasi  osteoartritis sepenuhnya. Asam hialuronat misalnya, hanya bermanfaat untuk osteoartritis  tahap dini untuk menstabilkan sendi. Glukosaminkondroitin hanya berperan sebagai suplemen sendi yang belum terbukti efikasinya untuk mengatasi osteoartritis. Banyak orang berfikir osteoartritis  pada lutut adalah bagian dari penuaan. Namun, sebenarnya merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan, osteoartritis  mengacu pada kerusakan bertahap tulang rawan di lutut, biasanya akibat membawa beban berat selama waktu yang lama.

Screenshot_309

Sebagaimana tulang rawan akan aus, seluruh lutut juga akan merosot. Rasa sakit dapat mengganggu orang untuk beraktivitas dengan lututnya. Otot lutut dan ligamen kemudian dapat melelahkan sehingga semakin sulit untuk berjalan, jongkok, dan menaikan tanggan. Gaya hidup menjadi penyebab utama osteoartritis, bergerak secara teratur penting untuk sendi yang sehat karena aktivitas fisik akan mengedarkan cairan sendi dan tulang rawan sehingga akan memperkuat tulang.
Latihan ringan seperti berjalan sudah terbukti untuk melindungi osteoartritis, kurang olahraga atau bahkan terlalu banyak berolahraga dapat mempercepat terjadinnya keausan lutut. Pada tahap awal osteoartritis  lutut dapat dapat diatasi dengan tindakan-tindakan non-bedah. Misalnya, menurunkan berat badan, beralih olahraga dari lari menjadi berenag atau bersepeda, maminimalkan kegiatan naik tangga, melakukan latihan yang meningkatkan jangkauan gerak dan fleksibilitas, serta memperkuat otot kaki bila tidak membantu bisa dilakukan operasi artroskopi.
Ada beberapa prosedur untuk bedah lulut osteoartritis, mulai dari artroskopi debridement, regenerasi tulang rawan, osteotomi, dan penggantian unikondilar. Metode Total Knee Arthroplasty  (TKA) adalah salah satu pilihan untuk osteoartritis  yang berat kini telah tersedia teknik bedah robotik  (Robodoc yaitu sistem bedah lutut) yang menjadi tindakan TAK menjadi lebih cepat dan akurat. Teknik ini bisa disesuaikan dengan kondisi pasien sehingga hasilnya lebih akurat. Berdasarkan proyeksi tiga dimensi ahli bedah merencanakan operasi dan memastikan untuk mendapatkan prediksi hasil operasi yang maksimal setiap saat. Dibandingkan bedah terbuka prosedur robotik memiliki keunggulan berupa proses penyembuhan lebih cepat dan komplikasi, terutama risiko infeksi dan anestesi bisa dikurangi.

Kiat Cepat Nyeri Sendi :

  1. Teknik tubuh yang tepat
    Cara tepat mengangkat dan menurunkan benda berat membuat anda terhindar dari cedera, begitu pula untuk posisi tidur dan duduk perlu pula diperhatikan untuk mencegah cedera tulang belakan yang berujung pada gangguan sendi.
  2. Perhatikan pola makan
    Mesti tidak ada diet khusus untuk keluhan nyeri sendi, diet sehat tetap bermanfaat bagi kesehatan secara umum, termasuk membantu menjaga kerangka tulang, otot, dan sendi.
  3. Asupan kalsium yang cukup
    Asupan kalsium yang terkandung dalam susu dan beberapa makanan juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang, jangan berlebihan pula karena terlalu banyak kalsium dan lemak susu juga tak baik bagi tubuh.
  4. Jaga berat badan
    Berat badan yang tak proposional (gemuk) atau obesitas akan meningkatkan risiko radang sendi pingul, lutut, pergelangan kaki dan kaki. Karenanya menjaga berat badan yang sehat amat penting dilakukan.
  5. Konsumsi vitamin D
    Vitamin ini dipercaya baik untuk menjaga kesehatan tulang, asupan vitamin D yang mencukupi dapat mencegah risiko nyeri sendi.
  6. Hindari cedera
    Cedera merupakan faktor risiko utama untuk nyeri sendi (osteoartritis). Sebisa mungkin anda perlu menghindari aktivitas atau gerakan-gerakan yang berisiko tinggi menimbulkan cedera.
  7. Jauhi aerobik berisiko tinggi (HIGH IMPACT)
    Aerobik dengan gerakan berisiko tinggi, seperti berlari, melompat, berputar, dan menendang dapat mencederai sendi anda. Untuk itu pilihlah olahraga yang berisiko rendah (low impact), seperti jalan cepat atau santai, treadmil, dan bersepeda untuk menurunkan risiko cadera sendi.
  8. Olahraga teratur
    Olahraga teratur sangat penting dilakukan untuk menguatkan otot. Otot yang kuat akan mampu melindungi sendi dan terhindar dari pergeseran pada tendon dan ligamen yang berlebihan.