Tidur Bayi yang Berkualitas

Tidur Bayi Berkualitas

Berbagai perkembangan otak termasuk perbaikan sel-sel tubuh terjadi pada saat bayi tidur. Terdapat perbedaan ketika seorang anak tidur dengan baik atau terganggu saat sedang tidur. Jika bayi tidak cukup tidur, ketika bangun akan rewel dan sulit diatur. Sedangkan jika bayi tidur dengan baik, bayi akan merasa ceria dan bersemangat untuk beraktivitas. Sebuah survei online menunjukkan, 68% ibu di Indonesia menyadari pentingnya tidur bagi anak. Sekitar 75% di antaranya percaya bahwa tidur bisa meningkatkan perkembangan kognitif, sementara itu 70% yang lainnya yakin bahwa tidur bisa meningkatkan perkembangan fisik anak.

Pada anak usia dini yaitu 1-18 bulan membutuhkan 15-18 jam tidur setiap hari. Tidur mempunyai banyak manfaat bagi perkembangan anak, dan juga berperan penting untuk aktivitas otak dan kesehatan mental bayi. Terdapat 2 fase yang terjadi selama bayi tertidur, yaitu fase tidur aktif yaitu pada saat kelopak mata bayi tertutup tetapi masih bergerak-gerak. Sementara kaki dan tangannya kadang bergerak seperti terkejut dan napasnya tidak teratur. Fase ini juga disebut dengan rapid eye movement (REM), otak mengembangkan sinapsis yaitu koneksi penting yang memungkinkan manusia belajar, bergerak, berpikir, dan mengembangkan berbagai keterampilan baru.

Berdasarkan teori autostimulation, tingginya komponen tidur REM pada bayi menunjukkan stimulasi yang terjadi di otak juga berlangsung lebih maksimal. Stimulasi tersebut amat penting bagi pertumbuhan sistem susunan saraf pusat bayi. Namun sebaliknya, fase non-REM yang juga disebut deep sleep yaitu tahapan seseorang ketika benar-benar tertidur pulas. Pada fase ini, tubuh bekerja untuk menghasilkan growth hormon (hormon pertumbuhan) untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel yang rusak.

Ketika bayi tidak cukup tidur, bisa berpengaruh pada kesehatan bayi tersebut. Kadar sel darah putih dalam tubuh akan menurun yang mengakibatkan imunitas tubuh bayi. Daya tahan tubuh akan menurun dan menyebabkan bayi gampang sakit, pertumbuhan sang bayi juga akan terganggu. Kurang tidur juga mempunyai dampak terhadap kemampuan berpikir bayi. Jika tubuh lelah, kualitas kemampuan berpikir pun menjadi rendah.

Namun, banyak ibu yang mengalami kesulitan untuk membuat bayi mereka menikmati tidur yang berkualitas. Hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan bayi tidur berkualitas yaitu, ibu harus merasa santai dan tenang. Kegelisahan ibu akan mempengaruhi anak dan malah makin membuat bayi sulit untuk tidur. Kemudian, cobalah untuk mengatur waktu tidur yang tatap. Para ibu harus bersikap fleksibel dan memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk menemukan waktu yang tepat bagi diri mereka dengan waktu rutin tidur mereka sebagai tujuannya.

Untuk mencipatakan tidur yang berkualitas, ibu dapat mengondisikan suasana yang tenang. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara meredupkan cahaya agar mata anak menjadi rileks. Hindari cahaya televisi di kamar tidur karena suara dan cahaya dari tv bisa mengganggu tidur anak. Anda juga bisa menggoyang-goyangkan anak sembari bersenandung lembut hingga sang buah hati tertidur dengan pulas. Pastikan juga anak merasa nyaman dengan suhu kamarnya. Jangan terlalu dingin ataupun panas, kenakan baju yang tipis jika kamar anak tidak memiliki pendingin ruangan. Agar sang buah hati menjadi lebih tenang, ibu bisa memberi objek yang dapat membuat sang anak merasa lebih aman, seperti selimut atau bantal guling kecil.

Cara Menidurkan Bayi:

  1. Baju nyaman

Pilih batu tidur yang tidak terlalu ketat dan bahan yang tidak terlalu panas atau dingin agar bayi merasa nyaman ketika sedang tidur. Ketika bayi sudah tertidur, Anda dapat meninggalkannya. Biasakan sang buah hati tertidur tanpa ketergantungan dengan kehadiran Anda di sampingnya. Tetapi, pastikan tidak ada barang yang dapat membahayakan di sekeliling bayi Anda.

  1. Suasana nyaman

Menciptakan suasana kamar yang kondusif. Temaramkan atau kurangi penerangan dan atur suhu kamar tidurnya. Gendong sang buah hati sambil lantunkan nyanyian lembut atau dengan menepuk-nepuk lembut sampai sang buah hati tertidur.

  1. Tenang

Bayi sangat sensitif dengan suara. Agar tidurnya pulas, sebaiknya matikan televisi ketika akan menidurkan sang buah hati. Cahaya dan suara televisi dapat mengganggu tidur bayi.

  1. Perut kenyang

Sebelum menidurkan bayi, pastikan dia kenyang sehingga tidak rewel ketika akan ditidurkan. Ketika perut kosong, bayi akan sulit untuk tidur.

  1. Bayi nyaman

Agar bayi lebih nyaman, lap atau mandikan bayi dengan air hangat sebelum tidur. Hal tersebut bisa membuatnya merasa lebih segar dan nyaman. Letakkan benda-benda kesayangan bayi disamping tempat tidur, seperti boneka atau mainan lainnya agar anak merasa nyaman.