Peduli Dengan Kanker Paru

Peduli Dengan Kanker Paru

Kanker paru-paru tidak boleh diabaikan sebelah mata, jumlah penderita kanker yang masih sulit disembuhkan ini dari tahun ke tahun semakin meningkat. Seperti semua jenis kanker, diagnosis awal merupakan kunci untuk keberhasilan perawatan kanker paru. Tantangan pada zaman sekarang adalah bagaimana cara mendorong orang-orang dengan gejala yang mencurigakan terkena kanker paru-paru untuk mengunjungi dokter dan memastikan bahwa dokter meminta untuk melakukan tes lagi. Jika diobati sejak dini, kanker paru-paru bisa diobati. Di antara hambatan kurangnya kesadaran untuk diagnosis sejak dini, fakta juga terungkap bahwa gejala kanker paru sering kabur dan tidak spesifik.

Terkadang pasien yang mengalami gejala di bagian dada tidak menyadari bahwa hal tersebut berbahaya. Pasien yang lain mengaku mereka tidak dapat mendatangi dokter langganan mereka atau belum bisa mengatur waktu pertemuan. Sepertiga dari pasien dengan kanker paru meninggal dalam waktu 90 hari setelah didiagnosis. Tetapi, terdapat indikasi bahwa hal tersebut dapat dicegah. Pada beberapa negara Eropa, terutama negara Swedia, tingkay ketahanan hidup pasien kanker  paru selama 1 tahun jauh lebih baik daripada di Inggris, yaitu 46%, dibandingkan dengan hanya 30% di Inggris. Perbedaan utama di Swedia, orang-orang Swedia mampu menjalani pelayaran primer dan meyerahkan perawatan penyakitnya kepada dokter konsultan bagian dada.

Kekhawatiran dokter umum kemungkinan luput mendiagnosis kanker paru lantas menyeruak. Sebuah penelitian menunjukkan, pasien yang meninggal telah mengunjungi dokter umum langganan mereka rata-rata 5 kali dalam sebulan sebelum diagnosis. Strategi intervensi dini di tempatnya adalah memfokuskan pada dokter umum untuk merujuk ke konsultan bagian dada untuk mendiagnosis kanker paru lebih baik. Selain mendorong dokter untuk menyarankan lebih banyak pasien untuk rontgen dada, pasien di negara Inggris juga diberi hak untuk merujuk diri mereka sendiri ke tempat pelayanan yang tepat.

Fakta bahwa rontgen dada terhitung murah dan paparan radiasinya sangat rendah, jika timbul kecurigaan gejala pada pasien bahkan tingkat rendah, diminta untuk melakukan X-ray dada. Para ahli sedang memikirkan sebuah ide yang mempunyai manfaat, meskipun terdapat kekhawatiran tentang kepraktisan. Bukti yang menunjukkan bahwa metode skrining amat efektif sangat banyak.Penurunan 20% angka kematian dan dalam pandangan peneliti hal tersebut kurang  memperhitungkan pengaruh dari skrining.

Para pasien terus mempertanyakan mengapa ada program skrining belum berlangsung, terutama bagi mereka yang berada pada risiko tinggi. Program skrining akan mempunyai manfaat untuk mengidentifikasi pasien. Sama seperti program skrining payudara yang akan memusatkan perhatian pada penyakitnya dan mengetahui penyakit tersebut secara tepat.

Cara Agar Paru Tetap Sehat:

1. Berhenti merokok

Rokok adalah sumber berbagai macam penyakit, karena di dalamnya terkandung hampir 4.000 jenis bahan kimia yang sangat berbahaya. Maka dari itu, berhenti merokok adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan paru-paru.

2. Check up

Jika diperlukan bisa menjalani pemeriksaan berkala ke dokter, termasuk memeriksa fungsi paru dengan spirometri atau rontgen.

3. Olahraga teratur

Cara menjaga paru agar tetap sehat, lakukan kegiatan olahraga dengan menggerakkan tubuh bagian pinggang ke atas.

4. Banyak minum air putih

Minuman yang terbaik adalah air putih. Maka, biasakan untuk minum air putih 8-10 gelas per hari. Kebiasaan tersebut akan membantu menjaga kelancaran fungsi ginjal dan saluran kemih.

5. Hirup udara bersih

Cara menghindari kemungkinan terjadinya gangguan pernapasan, cara yang terbaik adalah dengan menghirup udara bersih dan sehat. Untuk memperoleh udara yang bersih tidak perlu repot mencari udara bersih dan segar ke pegunungan, cukup dengan menghirup udara bersih saat pagi hari.

6. Hindari polusi udara

Untuk pengguna sepeda motor dan angkutan umum, disarankan untuk menggunakan saputangan dan masker. Hal tersebut cukup efektif untuk mengurangi jumlah polutan yang masuk.

7. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Pilihlah makanan yang mengandung gizi yang cukup, seimbang, dan bervariasi. Caranya dengan mengonsumsi banyak sayuran hijau dan buah yang mengandung banyak serat dan gizi yang diperlukan oleh tubuh.