Cara Dunia Melawan Penyakit Diabetes

143070922-older-man-playing-basketball-with-gettyimages-300x200

Saat ini diabetes sedang perang dengan dunia, angka penderita diabetes terus meningkat setiap tahunnya, kesakitan dan kebangkrutan yang dialami penduduk yang ada di bumi diakibatkan oleh diabetes yang semakin menjadi ancaman nyata.  Salah satunya penderita diabetes adalah Camilla Rossil, 35 tahun, dia divonis menderita diabetes tipe 1 sejak usia empat tahun yang membuatnya harus bergantung pada insulin sepanjang hidup.

Camilla pernah berkata, “Saya mencintai hidup saya. Meskipun semua tantangan harus diatasi, saya pikir hidup saya menakjubkan dan saya berniat untuk hidup lama sampai 105 tahun.” lanjutnya sambil tertawa. Semangat dan pandangan yang positif tentang hidup ini tentu tidak Camilla dapatkan dengan mudah. Rintangan dan jalanan yang terjal menjadi makanan Camilla sehari-hari. Namun, Camilla tidak pantang menyerah. Seorang Edukator Sosial anak-anak ini mengaku sempat mengalami masa-masa sulit, terutama saat jiwa mudanya tengah bergejolak.

“Saat itu saya merasa bosan dengan rutinitas menggunakan insulin dan mengukur kadar gula darah. Saya ingin hidup normal seperti teman-teman saya,” ucap Camilla. Saat Camilla berusia 15 tahun, dia pernah pergi menghadiri pesta kelulusan sekolah hingga mabuk saat pulang dari sana dia merasa kesakitan yang amat sangat hingga muntah selama tiga hari berturut-turut. Bahkan Camilla pernah selama setahun mengalami buta total. Hingga saat ini, Camilla Rossil telah menjalani 6 kali operasi mata. Hidup Camilla mulai berubah sejak enam tahun yang lalu, yaitu saat ia mulai menggunakan pompa insulin yang lebih praktis dan memudahkan aktivitas Camilla sehari-hari.

Kisah Camilla Rossil  tentu saja memberi inspirasi positif bagi banyak pasien yang menderita diabetes yang tidak boleh menyerah dengan penyakitnya. Belakangan ini, dunia sedang “diserang” dengan penderita diabetes. Berdasarkan estimasi Federasi Diabetes Internasional pada tahun 2013, sebanyak 382 juta orang di dunia menderita diabetes. Jika tidak segera diantisipasi, angka tersebut akan meningkat menjadi 592 juta orang pada 2035. “Itu berarti 55% dari penduduk dunia menderita diabetes,” ujar Presiden IDF, Michael Hirst.

stop-diabetes

Sementara itu, penduduk dunia yang berisiko diabetes saat ini ditengarai sekitar 316 juta orang. Padahal, seseorang untuk mengembangkan diabetes butuh waktu 8 hingga 12 tahun. “Jadi, diagnosis dini tanda-tanda pre-diabetes mesti lebih digiatkan agar tidak sampai menjadi diabetes,” ujar Michael. Diabetes terbagai menjadi dua, yaitu tipe 1, dimana produksi insulin sama sekali tidak ada atau hampir nol. Tipe diabetes ini harus bargantung pada insulin dari luar tubuhnya seumur hidup. dan biasanya diderita di usia muda, yaitu di bawah 18 tahun. Sedangkan tipe 2 mengalami resistensi insulin, di mana jumlah insulin relatif cukup, tetapi tidak bisa bekerja dengan baik karena reseptornya mengalami kerusakan. Sekitar 90% diabetes menderita diabetes tipe ini.

Setengah dari penderita -yang kebanyakan- tinggal di negara-negara miskin dan berkembang tidak tahu bahwa mereka terjangkit penyakit diabetes sehingga tidak mendapatkan penanganan dan pengobatan yang baik. Selain itu, banyak penderita diabetes yang masih berusia muda dan produktif sudah terkena diabetes. Pada tahun 2013, diabetes akan menimbulkan biaya setidaknya USD 548,5 pada pengeluaran dalam bidang kesehatan di skala global,” Ujar Michael lagi.

Cara menghindari diabetes:

1. Olahraga rutin

olahraga

Olahraga dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh Anda terhadap insulin, yang dapat membantu menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal.

2. Makan banyak serat

sehat-dengan-serat

Makanan berserat tidak hanya mengurangi risiko diabetes dengan meningkatkan kontrol gula dalam darah, juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan menjaga berat badan ideal.

3. Konsumsi kacang dan biji-bijian

kacang-kacangan-biji-bijianmakanan-sehat1

biji-bijian dipercaya dapat mengurangi risiko diabetes dan menbantu menjaga kadar gula darah.

4. Turunkan berat badan

Cara-Mengurangi-Berat-Badan

Sekitar 80% penderita diabetes menderita kegemukan dan kelebihan berat badan. Setiap kilogram Anda kehilangan berat badan bisa meningkatkan kesehatan Anda.

5. Kurangi konsumsi gula

Batasi-atau-kurangi-gula-dan-pati-gluten-500x250

Konsumsi gula tidak terkait dengan pengembangan diabetes tipe 2. Namun setelah disesuaikan dengan berat badan dan lain-lain, tampaknya terdapat hubungan antara minum minuman sarat gula dan pengembangan diabetes tipe 2.