Autisme pada anak disebabkan kurangnya zat besi

autisme-ilustrasi-_120823074913-645

Asupan zat besi merupakan hal yang sangat penting bagi ibu hamil. Sebuah studi menyebutkan, kekurangan zat besi selama kehamilan dapat menyebabkan risiko autisme pada bayi. Para peneliti menemukan bahwa ibu dari anak-anak yang menderita autisme kemungkinan lupa mengonsumsi suplemen zat besi sebelum dan selama kehamilan dibandingkan ibu-ibu yang lainnya. Namun, itu saja tidaklah cukup untuk membuktikan keterkaitan keduanya. “Meskipun kami menemukan hubungan, itu hanya sebuah asosiasi dan perlu direplikasi,” kata pemimpin peneliti Dr Rebecca J Schmidt.

“ Jika ini direplikasi, maka akan memperkuat bahwa seorang wanita harus mengikuti rekomendasi khusus dengan asupan zat besi sebelum dan selama kehamilan, dan juga saat menyusui,” ujar  Dr Schmidt. Kekurangan asam folat atau vitamin B juga telah dihubungkan dengan risiko autisme. Asam folat dan zat besi, keduanya bermanfaat dalam perkembangan otak janin, dan biasanya termasuk dalam vitamin prenatal. Namun, ini adalah pertama kalinya penelitian difokuskan secara khusus pada asupan zat besi dan risiko autisme.

Schmidt dan rekan-rekannya mewawancarai para ibu di California dengan anak-anak usia antara dua sampai lima tahun mengenai multivitamin, vitamin prenatal atau suplemen yang mereka konsumsi sebelum, selama dan setelah kehamilan. Para peneliti juga bertanya tentang asupan sereal dan sumber makanan lain yang banyak mengandung zat besi. Mereka membandingkan ibu dari 520 anak yang didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme dan ibu dari 346 anak dengan perkembangan normal. Ibu dalam kelompok anak dengan perkembangan normal melporkan mengonsumsi suplemen zat besi yang spesifik, dan mereka memiliki asupan harian rata-rata yang lebih tinggi, kata para peniliti.

Vitamin prenatal merupakan sumber terbesar dari zat besi untuk ibu pada kedua kelompok, terhitung sekitar 30-32 miligram. Sisa asupan zat besi kebanyakan berasal dari suplemen zat besi, yang dilaporkan telah digunakan oleh sekitar 31% wanita dengan perkembangan anak normal dan sekitar 25% ibu dari anak dengan autisme.

Secara keseluruhan, berdasarkan perkiraan peneliti dari asupan zat besi setiap harinya, ibu dalam kelompok perkembangan anak normal mempunyai 57 miliargram zat besi per hari, rata-rata, dibandingkan dengan 51 miliargram per hari untuk ibu dalam kelompok anak autisme. Namun, ibu-ibu pada kedua kelompok umumnya mendapatkan asupan zat besi diatas jumlah yang disarankan.

Umumnya seorang wanita dewasa pada tahun-tahun reproduksi harus mendapatkan 18 miliargram zat besi setiap harinya, menurut institute of medicine. Selama kehamilan sekitar setengah dari wanita menjadi kekurangan zat besi. Jadi asupannya hingga 27 miliargram per hari, dan mendapatkan setidaknya sembilan miliargram per hari saat menyusui. Tingkat asupan zat besi paling banyak ditoleransi untuk pria dan wanita dewasa adalah 45 miligram per hari. Namun, peneliti banyak menemukan para wanita hamil di Amerika Serikat umumnya mendapatkan sekitar 48 miligram per hari dari suplemen.

Terlalu banyak mengkonsumsi zat besi dari suplemen dapat menjadi racun. Namun, untuk zat besi dari suplemen bisa menjadi racun. Untuk zat besi dalam diet dari sereal, kacang-kacangan, daging merah, dan dark chocolate, tidak ada tingkat toksisitas. Seorang pakar kesehatan menyebutkan, “Saya pikir sebagian besar wanita tahu bahwa mereka seharusnya mengkonsumsi vitamin prenatal selama dan sebelum hamil, tetapi tidak semua wanita tahu mengapa mereka harus mengkonsumsi itu.”

Beberapa vitamin seperti permen yang sedang populer, sebaiknya tidak dikonsumsi. Zat besi dapat menyebabkan mual sehingga beberapa vitamin prenatal tinggalkan saja untuk wanita yang mengambil secara terpisah pada malam hari sebelum tidur. Banyak wanita di Amerika Serikat tidak mendapatkan kecukupan zat besi dari makanan.

Sebuah penelitian membandingkan ibu dari dua kelompok dan meminta mereka semua untuk mengingat kembali apa yang telah mereka lakukan selama dua sampai lima tahun sebelumnya, ada ruang untuk penjelasan yang lain. Tingkat asupan lebih rendah zat besi mungkin tidak menyebabkan autisme untuk anak-anak. Namun, zat besi dan autisme memang berhubungan. Keterkaitan hal itu lah yang sangat penting bagi wanita yang berusia di atas 35 tahun dan yang mempunyai kondisi metabolik seperti diabetes dan obesitas. Itu bisa terjadi karena usia pada wanita wanita hamil mulai berlangsungnya metabolisme zat besi berbeda-beda.

Mencegah Anak Autis

  1. Mengkonsumsi asam folat selama hamil. Asam folat yang diresepkan selama kehamilan dapan mengurangi risiko autisme pada bayi setelah lahir, Asam folat adalah salah satu vitamin yang dibutuhkan selama masa kehamilan karena dapat membantu perkembangan otak janin dan mencegah cacat saat dilahirkan.
  2. Hindari minuman berakohol, rokok, dan obat-obatan. Karena dapat mengakibatkan gangguan mental seperti gangguan spektrum autisme, dan keterbelakangan metal pada bayi nantinya.
  3. Rajinlah periksa dan berkonsultasi dengan dokter sebelum Anda hamil.
  4. Berikan Air susu ibu (ASI) pada bayi Anda karena dapat mendetoksifikasi tubuh bahkan setelah menyusui satu tahun kemudian akan sangat bermanfaat dalam pencegahan autisme.
  5. Batasi konsumsi gluten dan kasein pada tahap awal kehamilan karena diyakini sangat bermanfaat untuk mencegah anak autisme. Gluten merupakan protein yang umumnya ditemukan pada makanan seperti wheat, rye, gandum, dan barley.
  6. Jangan menkonsumsi antibiotik secara berlebihan karena dapat menghancurkan semua bakteri dalam usus, termasuk bakteri jahat dan bakteri baik.
  7. Hindari makanan instan. Jangan terlalu sering memberi makanan instan dan makanan dengan berbagai campuran bahan kimia.
  8. Istirahat dengan cukup dan menghindari stres. Pikiran yang tenang dan bahagia serta kondisi fisik yang bugar sangat mempengaruhi kesetanan janin. Karena itu, jika kondisi ibu kurang baik dapat menyebabkan gangguan mental pada bayi Anda nanti.