Malaria

malaria

Penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah.

Pasien yang terinfeksi oleh malaria akan menunjukan gejala awal menyerupai penyakit influenza, namun bila tidak diobati maka dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian.

Penyebab penyakit malaria | Penyebab, ciri-ciri penyakit malaria dan obat alami

Parasit yang menyebabkan malaria disebut plasmodium. Ada 170 jenis plasmodium, tapi hanya empat yang menyebabkan malaria pada manusia :

  1. P. falciparum, merupakan jenis yang banyak terdapat di Afrika dan menyebabkan gejala yang parah.
  2. P. vivax, merupakan jenis yang banyak terdapat di daerah tropis Asia.
  3. P. malariae, banyak terdapat di Afrika dan dapat berdiam di aliran darah tanpa menimbulkan gejala apapun untuk beberapa tahun.
  4. P. ovale, banyak terdapat di Afrika bagian barat.

Ciri-ciri penyakit malaria

  1. Demam tinggi terus-menerus selama 2-7 hari dengan suhu di atas 38oC. Demam seperti ini umumnya tidak bisa diturunkan dengan obat penurun panas atau dikompres.
  2. Muncul bintik-bintik merah di permukaan kulit. Salah satu ciri bintiknya adalah tidak akan hilang walau ditekan oleh jari.
  3. Perut terasa nyeri dan mual.
  4. Wajah akan memerah karena demam, dan mata terasa panas.
  5. Kepala terasa sangat pusing.
  6. Sulit buang air besar atau malah diare.
  7. Seluruh persendian tubuh terasa sakit, nyeri, pegal, dan linu.
  8. Mimisan, pendarahan seperti ini sebenarnya adalah tanda-tanda penyakit DBD yang sudah cukup terlambat untuk ditangani.

Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.  Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. 90% kematian terjadi di Afrika, terutama pada anak-anak.