3. HIV/AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV sendiri adalah virus yang jika menginfeksi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit yang masuk ke dalam tubuh. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.


 AIDS( Acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap lanjutan dari infeksi virus HIV. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui darah, air mani, hubungan seksual atau cairan vagina. Namun virus ini tidak dapat menular lewat kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS. Jadi, kita tidak perlu mengucilkan mereka.

Penyebab :
Penyebab penyakit AIDS hanya dibagi menjadi 4 kategori :

  1. Penggunaan Jarus Suntik yang tidak Steril
    Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dapat mendorong terkenanya penyakit AIDS, banyak para pengguna narkoba yang biasanya saling suntik sangat besar resikonya terkena atau bahkan tertular penyakit ini. Penularan HIV/AIDS sangat besar presentasenya terjadi karena cairan pada tubuh penderita yang terkena HIV AIDS berpindah ke tubuh normal.
  2. Seks Bebas dan Seks yang tidak Sehat
    Berhubungan intim yang tidak sehat dan tanpa menggunakan pengaman adalah faktor utama untuk penyebab penularan virus HIV AIDS. Dalam hubungan seksual peluang penularannya sangat besar karena pada saat terjadi kontak antara sekresi pada cairan vagina pada alat kelamin.Melakukan hubungan seksual tanpa pelindung (kondom) itu kurang aman, akan sangat beresiko dibandingkan hubungan seksual yang tanpa dilengkapi pelindung (kondom) dan resiko seks anal lebih besar dibanding hubungan seks biasa dan oral seks, meskipun tidak bearti bahwa kedua jenis seks tersebut tidak beresiko.
  3. Penyakit Menurun Apabila seorang ibu mengidap penyakit AIDS dan ibu tersebut sedang mengandung maka akan menurun pada bayi yang sedang dikandungnya . Penularan HIV melalui rahim pada masa parinatal terjadi pada saat minggu kehamilan persalinan yaitu sebesar 25%. Penyakit ini tergolong penyakit yang dapat diturunkan oleh sang ibu terhadap anaknya, menyusui juga dapat meningkatkan resiko penularan HIV AIDS sebesar 4 %.
  4. Transfusi darah yang tidak Steril
    Cairan yang terdapat didalam tubuh penderita AIDS sangat rentan menular sehingga dibutuhkan pemeriksaan yang teliti dalam hhal transfusi darah pemilihan dan penyeleksian donor merupakan tahap pertama untuk dapat mencegah penularan penyakit AIDS. Dinegara maju penularan HIV AIDS sangat kecil presentasenya, karena dinegara maju keamanan dalam transfusi darah lebih terjamin karena proses seleksi lebih ketat.

Gejala HIV/AIDS :

  • Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
  • Demensia / HIV ensefalopati
  • Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
  • Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
  • Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis

Cara Penularan :

  • Melalui hubungan seksual dengan orang yang terjangkit virus HIV
  • Pemakaian jarum suntik bekas digunakan orang yang terkena HIV
  • Menerima transfusi darah yang tercemar HIV
  • Ibu hamil yang terinfeksi HIV

Cara Mencegah HIV AIDS

  • Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang tetap
  • Gunakan kondom jika melakukan hubungan seksual resiko tinggi
  • Hidarai transfusi darah yang tidak jelas asal usulnya.
  • Hindari hubungan seksual di luar pranikah
  • Gunakan alat-alat medis dan non medis yang terjamin steril