Vitamin C untuk Kulit

Vitamin C sebagai antioksidan bekerja menangkap radikal bebas yang ada dalam kulit. Molekul antioksidan berfungsi sebagai sumber hidrogen labil yang akan berikatan dengan radikal bebas. Dalam proses ini, antioksidan mengikat energi yang akan digunakan untuk pembentukan radikal bebas baru sehingga reaksi oksidasi berhenti.

Secara tidak langsung, vitamin C dapat meredam aktivitas dengan cara mengubah tokoferol menjadi bentuk tereduksi, dengan kata lain antioksidan “mengorbankan dirinya” untuk teroksidasi oleh radikal bebas sehingga melindungi protein atau asam Amino penyusun kolagen dan elastin.

Asupan harian vitamin C dalam makanan maupun suplemen yaitu penggunaan oral vitamin C 50-75mg/hari untuk Memenuhi kebutuhan dalam tubuh. Dalam hal kecantikan kulit dibutuhkan dosis yang tinggi, karena agar sampai ke kulit vitamin C harus melalui saluran cerna untuk diabsorbsi, kemudian didistribusi ke seluruh tubuh dan pembuluh darah.

Untuk memperoleh efek kecantikan kulit dibutuhkan vitamin C sekitar 1000 mg; oleh karena itu telah tersedia vitamin C dalam bentuk larutan yang dapat langsung diaplikasikan untuk kecantikan kulit

Warna kulit normal manusia ditentukan oleh empat macam pigmen, yaitu:


karoten, melanin, hemoglobin teroksidasi dan hemoglobin tereduksi.

Melanosit merupakan sel khusus pada epidermis yang membentuk melanin.

Vitamin C berperan mengubah melanin bentuk teroksidasi menjadi melanin bentuk tereduksi yang berwarna lebih pucat, serta mencegah pembentukan melanin dengan menghambat pembentukan dopa
menjadi dopa kuinon.

Dengan demikian kulit menjadi lebih cerah baik pada kulit normal maupun yang dengan gangguan pigmentasi (hiperpigmentasi).

Dikutip dari jurnal “PERAN VITAMIN C TERHADAP PIGMENTASI KULIT”

https://ejournal.unsrat.ac.id/

Tanggal akses : 2012

Penulis : Melisa V. Kembuan, Sunny Wangko, George N. Tanudjaja