Penyebab Mimisan

Mimisan menjadi salah satu kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja. Namun, ada beberapa golongan yang sangat rentan alami mimisan, seperti lansia, wanita yang sedang menjalani kehamilan, pengidap kelainan darah, dan juga anak-anak dalam rentang usia 3–10 tahun.

Perdarahan yang terjadi akibat mimisan biasanya terjadi pada bagian septum hidung. Bagian ini memang menjadi salah satu tempat pembuluh darah yang cukup rapuh. Udara yang kering dan kebiasaan mengorek hidung menyebabkan septum hidung rentan mengalami perdarahan. Namun tidak hanya itu, ada beberapa penyebab lainnya yang dapat tingkatkan risiko kondisi ini, seperti:

  1. Bersin terlalu keras.
  2. Mengalami cedera pada bagian hidung.
  3. Adanya benda asing yang masuk ke dalam hidung.
  4. Penggunaan kokain.
  5. Kondisi gangguan mental, seperti stres.
  6. Memiliki penyakit tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau polip hidung.

Tidak hanya itu, paparan bahan kimia dan polusi udara juga rentan membuat bagian dalam hidung iritasi yang dapat tingkatkan risiko mimisan. Adanya bentuk septum yang tidak normal juga membuat seseorang rentan alami mimisan. 

Pengobatan Mimisan

Umumnya, kondisi mimisan dapat diatasi secara mandiri di rumah dengan melakukan beberapa cara. Contohnya seperti melakukan posisi duduk tegak dan condong ke depan, pencet pangkal hidung dan bernapas melalui mulut untuk sementara, serta kompres pangkal hidung dengan air dingin. Kondisi mimisan yang tergolong ringan akan reda dengan tindakan penanganan seperti ini. 

Ketika kamu mengalami mimisan akibat cedera pada bagian hidung, mengalami perdarahan yang cukup banyak, memengaruhi pernapasan, dan terjadi lebih dari 20 menit, meskipun kamu sudah melakukan penanganan awal dengan penekanan pada pangkal hidung. Jika kondisi ini terjadi, ada beberapa tindakan yang akan dilakukan dokter sebagai penanganan mimisan, seperti:

1. Menyumbat Rongga Hidung

Pengobatan ini dilakukan dengan menyumbat rongga hidung menggunakan kassa dan dapat mengembang dalam hidung. Fungsinya untuk memberikan tekanan pada area pembuluh darah yang pecah dalam hidung. Namun, prosedur pengobatan ini perlu observasi lebih lanjut dan perawatan tim medis secara khusus.

2. Kauterisasi

Pembuluh darah yang pecah akan ditutup kembali menggunakan energi panas dari proses kauterisasi. Pengobatan ini juga dapat digunakan untuk mencegah mimisan secara berulang. Prosedur pengobatan ini akan dibantu dengan proses anestesi terlebih dahulu karena akan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Tips Mencegah Mimisan

Jika kamu sering mengalami mimisan yang bukan disebabkan oleh penyakit tertentu, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya:

  • Menggunakan pelembap udara. Humidifier dapat melawan efek udara kering dengan menambahkan kelembapan ke udara.
  • Menjaga lapisan hidung tetap lembap. Udara yang kering dapat meningkatkan risiko mimisan. Maka dari itu, pastikan hidung kamu tetap lembap dengan mengoleskan petroleum jelly tipis-tipis. Semprotan hidung saline juga dapat membantu melembabkan selaput hidung yang kering.
  • Memotong kuku. Anak-anak termasuk kelompok individu yang rentan mengalami mimisan. Umumnya, mimisan pada anak disebabkan oleh kukunya yang panjang. Kuku yang panjang ini dapat melukai hidung saat mereka mengupil. Oleh sebab itu, potong kuku Si Kecil saat sudah cukup panjang.

Tanggal akses: 13 September 2021

poenulis : dr. Fadhli Rizal Makarim

Sumber : https://www.halodoc.com