Manfaat Sehat Ubi Jalar Merah

ubi jalar merah

Jangan lagi menyia-nyiakan ubi jalar merah. Khasiat ubi jalar ini ternyata lebih dahsyat daripada sekadar menjaga kesehatan mata. Selain itu, kandungan antioksidannya juga mampu menghalangi laju kerusakan sel oleh radikal bebas. Oleh karenanya, ubi jalar merah pun dapat mencegah kemerosotan daya ingat, kepikunan, penyakit jantung koroner, serta kanker. Plus, ada bonus sehat lainnya, termasuk membuat kita tampil lebih muda.

Ubi Jalar, siapa yang tak kenal? Tapi, umbi-umbian murah ini jarang masuk dalam menu keluarga kita. Kalau diabsen, tak banyak hidangan Indonesia yang terbuat dari ubi jalar, khususnya ubi jalar merah. Ubi jalar biasanya hanya dikukus, digoreng, dibuat kolak atau biji salak. Sementara saatmentah, ubi ini biasanya hanya disantap sebagai campuran rujak atau asinan.

Saat di Indonesia ubi jalar tidak banyak dilirik, di dapur Barat ubi ini justru menjadi primadona. Pada perayaan hari besar, seperti Natal dan Thanksgiving, penduduk Amerikan Serikat lazim membuat sajian eksklusif dari ubi jalar, misalnya cake, kue kering, pure lengkap steak atau salad, es krim, puding, muffin, souffle, pancake, kroket, atau sup krim. Kadang umbi ini dijadikan taburan pada hidangan panggang (au gratin).

Tidakkah kita tertarik memperkaya ragam sajian ubi jalar, khususnya ubi jalar merah, dan membisniskannya sambil memetik manfaat sehatnya?
Jingga Pertanda Berlimpahnya Betakarotena
Ada beberapa jenis ubi jalar yang biasa kita kenal. Yanga paling mudah kita temukan tentu saja adalah ubi jalar putih mudah kita temukan tentu saja adalah ubi jalar putih, yakni jenis ubi jalar yang daging umbinya bewarna putih. Selain itu, ada juga ubi jalar warna, yakni jenis ubi jalar yang daging umbinya bewarna merah, kuning, atau ungu. Dari sekian jenis ubi jalar warna, kulit umbi bisa berbeda-beda; ada yang berkulit putih, merah tembaga, ataupun merah gelap keunguan.

Meskipun disebut ubi jalar merah, sebenarnya warna daging umbi ubi ini tidaklah bewarna merah, tetapi jingga atau oranye. Di pasaran setidaknya kita bisa menemukan tiga jenis ubi jalar merah, yaitu ubi yang daging umbinya berwarna kuning keputihan, kuning terang keemasan, dan jingga pekat.

Dibandingkan dengan ubi jalar putih, tekstur ubi jalar merah memang lebih berair (lembap) dan kurang masir (sandy), tetapi lebih lembut. Rasa ubi jalar merah umumnya tidak semanis ubi jalar putih, padahal kadar gulanya hampir tidak berbeda. Ubi jalar merah sendiri dapat diolah sebagai bahan utama pembuatan hidangan ataupun sebagai bahan campuran.

Lalu, mengapa sebaiknya kita memilih ubi jalar merah? Ubi jalar putih hanya mengandung 260 mkg (mikrogram) betakarotena per 100 g, yang  setara nilainya dengan 869 SI (SI= Satuan Internasional). Sementara itu, dalam ubi jalar merah yang daging umbinya berwarna kuning keemasan tersimpan 2.900 mkg (setara 9.657 SI) betakarotena, dan dalam ubi jalar merah yang daging umbinya berwarna jingga pekat terdapat 9.900 mkg (setara 32.967 SI) betakarotena. Jadi, semakin pekatwarna jingganya, semakin tinggi pula kandungan betakarotenanya. Betakarotena sendiri merupakan antioksida aktif bahan utama pembentukan vitamin A dalam tubuh.

Secangkir ubi jalar merah kukus yang telah dilumatkan mengandung 50.000 SI betakarotena, setara dengan kandungan betakaeotena 23 cangkir brokoli! Yang menggembirakan, perebusan ubi jalar merah hanya merusak 10 persen kadar betakarotena, sedangkan penggorengan atau pemanggangan dalam oven hanya 20 persen.

Menyantap satu porsi (200 g) ubi jalar merah kukus atau rebus sudah dapat memenuhi anjuran kecukupan vitamin A 2.100-3.600 mkg per hari sebab satu porsi ubi jalar rebus warna kuning keemasan mengandung 5.400 mkg betakarotena. Dan kandungan betakarotena dalam ubi jalar rebus warna jingga tiga kali lebih banyak daripada anjuran kecukupan, atau bahkan bisa mencapai lima kali jika ubi jalar merah disantap bersama kulitnya.

Didukung Pasukan Zat Gizi Lain
Selain betakarotena, warna jingga pada ubi jalar merah juga memberi isyarat akan tingginya kandungan senyawa lutein dan zeaxantin, pasangan antioksidan karatenoid. Keduanya termasuk pigmen vitamin A. Lutein danzeaxantin sendiri merupakan senyawa aktif yang memiliki peran penting dalam menghalangi proses perusakan sel.
Ubi jalar merah juga kaya akan vitamin E. Dari 2/3 cangkir ubi jalar merah kukus yang telah dilumatkan diperoleh asupan vitamin E yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari. Ubi jalar merah hampir tidak mengandung lemak sehingga mengonsumsi ubi jalar merah tidak banyak menambah asupan kalori. Satu buah sedang (100 g) ubi jalar merah kukus hanya mengandung 118 kalori, seperempat kalori sepotong black forest cake dengan berat sama.

Zat gizi lain yang banyak terdapat dalam ubi jalar merah adalah kalium, fosfor, kalsium, mangan, dan vitamin B6. Jika dimakan mentah, misalnya sebagai rujak atau asinan, ubi jalar merah bahkan menyumbangkan cukup banyak vtamin C. Makan 1 buah sedang ubi jalar kecukupan harian vitamin C.

Khasiat Betakarotena, si Provitamin A
Khasiat ubi jalar merah sebagai “obat mata” telah terbukti di Kabupaten Jayawijaya, Ppaua. Awalnya, 0,5 persen penduduk di wilayah itu menderita bercak bitot (xeroftalmia) yang ditandai dengan adanya bercak putih kapur pada kornea mata. Penyakit akibat kekurangan vitamin A ini dapat menimbulkan kebutaan. Setelah kebiasaan mereka menyantap ubi dikhususkan pada ubi jalar merah, berikut daunnya, yang kaya vitamin A, tak ada lagi penderita.

Manfaat lain ubi jalar merah adalah mengendalikan produksi hormon melatonin yang dihasilkan kelenjar pineal dalam otak. Melatonin merupakan antioksidan andal yang menjaga kesehatan sel dan sistem saraf otak sekaligus mereparasinya jika ada kerusakan. Kurangnya asupan vitamin A dapat menghambat produksi melatonin dan menurunkan fungsi saraf otak sehingga muncul gangguan tidur dan menurunya daya ingat.

Keterbatasan produksi melatonin berbuntut pada menurunnya produksi hormon endokrin sehingga sistem kekebalan tubuh pun mrosot. Kondisi ini memudahkan terjadinya infeksi dan mempercepat laju proses penuaan. Ubi jalar merah, yang memiliki kandungan provitamin A dan vitamin E berlimpah, dapat mengoptimalkan produksi hormon melatonin. Rajin menyantap ubi jalar merah akan membuat ketajaman daya ingat, kesegaran kulit, serta kesehatan organ-organ tubuh tetap terjaga.

Kombinasi provitamin A (betakarotena) dan vitamin E dalam ubi jalar merah secara unik juga bekerja sama menghalau risiko strok dna serangan jantung. Secara  bersama-sama keduanya mencegah dan melarutkan penyumbatan pembuluh darah sehingga memperkecil risiko strok dna serangan jantung.

Kandungan serat dalam ubi jalar merah juga sangat bermanfaat. Sebagian besar serat dalam ubi ini merupakan serat larut yang bekerja serupa busa spons. Serat ini menyerap kelebihan lemak darah-kolesterol ataupun trigliserida-sehingga kadar lemak darah pun tetap aman terkendali. Ubi jalar merah akan semakin bermanfaat jika disantap bersama kulitnya sehingga asupan seratnya lebih banyak lagi.

Kerja tubuh membuang sampah lemak, baik kolesterol maupun trigliserida, akan bertambah mudah jika kita mengonsumsi pula daun ubi jalar atau beragam sayuran hijau lainnya. Meskipun demikian, hal ini hendaknya dibarengi dengan minum lebih banyak karena sebagian besar serat ubi jalar merah merupakan oligosakarida, jenis serat laut yang banyak menyerap cairan. Serat alami oligosakarida yang banyak tersimpan dalm ubi jalar merah ini sendiri sekarang menjadi komoditas bernilai dalam pengayaan (enrichment) produk pangan olahan seperti susu kalengan. Selain mencegah sembelit, oligosakarida juga mempermudah buang angin. Hanya pada orang yang sangat sensitif oligosakarida dapat mengakibatkan kembung.

Tak Layak Disepelekan
Ubi jalar merah merupakan umbi-umbian yang mengandung senyawa antioksidan sangat komplet. Selain prvitamin A, vitamin C, dan vitamin E, ubi ini juga memiliki kandungan vitamin B6 (piridoksin) berlimpah. Seperti ketiga vitamin lainnya, vitamin B6 berperan penting dalam mempertahankan dan menaikkan sistem kekebalan tubuh. Rajin menyantap ubi jalar merah membantu tubuh memproduksi sel-sel pelawan penyakit (antibodi).
Vitamin B6 juga memiliki kemampuan membentengi tubuh dari serangan jantung ataupun strok. Vitamin B6 membuyarkan aktivitas suatu zat bernama homosistein sehingga kadar lemak darah (baik kolesterol maupun trigliserida) berlebihan tidka mudah menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah. Bahkan, secara tidak terduga, ubi jalar merah, dengan kandungan vitamin B6-nya yang melimpah, juga mampu mengendalikan jerawat musiman yang muncul menjelang menstruasi.

Sayangnya, menurut sebuah hasil peneliatian, keberhasilan B6 mematahkan aksi buruk homosistein ini baru terlihat setelah ubi ini sedikitnya disantap tiga kali seminggu selama dua tahun berturut-turut. Walapun demikian, jika kita tidak berisiko besar terhadap strok ataupun serangan jantung, manfaat sehat dari rajin menyantap ubi jalar merah dapat kita rasakan lebih cepat.

Agaknya, hampir semua zat gizi yang terkandung dalam ubi jalar merah mendukung penuh kemampuannya memerangi strok dan serangan jantung koroner. Kesimpulan hasil sebuah penelitian menyebutkan bahwa kalium dalam ubi jalar merah mampu memangkas risiko terjadinya serangan strok ynag fatal pada penderita hipertensi (tekanan darat tinggi) hingga 40 persen. Sementara itu, tekanan darah yang berlebihan pun merosot hingga 20 persen. Jadi, kalau Anda tidak ingin kondisi kesehatan merosot, kesehatan jantung terganggu, mudah terserang penyakit (baik karena virus maupun bakteri), serta jauh dari kanker-apalagi jika usia Anda telah menginjak angka 40, saat di mana kemunduran sel sudah mulai terjadi-konsumsilah ubi jalar merah secara lebih sering dan dalam jumlah lebih banyak.

Jadi, menilik berbagai fakta di atas, jangan pernah lagi menganggap remeh ubi jalar, terutama ubi jalar merah. Nikmati kapan saja dan bagikan manfaat sehatnya lewat kreasi hidangan ubi dagangan Anda.