Penyakit Degeneratif

Pemanfaatan stem cell untuk penyembuhan penyakit berkembang. Dengan teknologi autologous sel punca ini kini bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit degeneratif.

Kasus penyakit degenneratif terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit degeneratif adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau penghancuran jaringan atau organ tubuh. Proses dari kerusakan ini dapat disebabkan oleh faktor usia dan gaya hidup yang tidak sehat.
Di dunia, angka kejadian penyakit degeneratif semakin meningkat, terutama di negara-negara maju. Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya angka harapan hidup, gaya hidup tidak sehat, dan tingkat kesembuhan terhadap penyakit-penyakit infeksi yang semakin tinggi. Di Indonesia, penyakit-penyakit degeneratif mulai menjadi perhatian karena jumlahnya yang terus meningkat.
Sementara untuk menyebuhkannya bukanlah perkara mudah. Namun, kini penyakit tersebut bisa disembuhkan dengan teknologi autologous stem cell therapy. Terap ini disebut aman dan efektif untuk membantu kondisi degeneratif tersebut.
Activated Autologous Stem Cell adalah stem cell / sel punca yang diambil dari tubuh pasien dan diproses secara mekanik sehingga relatif bebas dari efek samping serta efektif sehingga aman dan dapat lekas diberikan kembali ke dalam tubuh pasien. “Sebenarnya di badan kita yang ditemukan ada 200 sel, masih banyak yang belum ditemukan. Dari 200 sel tersebut, salah satunya adalah stem cell, jadi jangan takut jika stem cell ini berasal dari embrio misalnya. Stem cell itu di badan kita ada, “kata ahli dan konsultan stem cell dari Unistem Clinic, dr Karina F Moegni SpBP-RE.
Menurut Karina, sel adalah sesuatu yang hidup. Nah dalam proses stem cell, sel tersebut diharapkan bisa masuk di badan kita dan berkembang biak. Stem cell ini jika didekatkan dengan sel tertentu, bisa menjadi sel tersebut. Bila didekatkan dengan otot jantung, dia bisa menggantikan sel otot jantung yang rusak.
“Sumberstemcell dari orang lain bisa dari darah tali pusarnya. Kalau dari diri sendiri, bisa dari darah, sumsum tulang, dan elamk,” katanya. Menurut Karina, stemcell tidak mempunyai sifat membunuh. Sebaliknya, sel punca ini malah bisa memperbaiki kualitas hidup seseorang.
Ada beberapa macam terapi stem cell saat ini. Secara umum berdasarkan sumbernya, stem cell dapat dibagi menjadi tiga. Xeno stem cell (dari hewan), alogenik stem cell (dari diri sendiri). Sejauh ini, autologous stem cell bisa dikatakan relatif paling aman sekaligus efektif.
Kelebihan dari autologous stem cell dibanding metode lainnya, yaitu tidak adanya risiko penolakan relatif karena sel bersumber dari diri pasien sendiri. Autologous cell yang diambil dari jaringan lemak pasien dapat memberikan manfaat ganda, yaitu untuk terapi sekaligus aesthetic. Stem cell juga diolah secara mekanik sehingga hasil yang diperoleh lebih murni dan aplikasi dapat dilakukan lebih cepat.
Menurut Karina, tingkat keberhasilan dan tiap pasien dapat bervariasi, bergantung pada kondisi awal pasien serta pola hidup pasien itu sendiri. Secara umum, pasien merasakan dampak positif yang signifikan dari terap ini. Activated autologous stem cell therapy juga relatif tidak memiliki efek samping dibandingkan dengan stem cell dari sumber lainnya.
“Proses pemulihan dalam 6 bulan setelah terapi pasti terlihat. Cepat atau lambat, pemulihan itu masalah usia dan gaya hidup,” ujar dr Karina. Stem cell bukan magic yang begitu dimasukkan dalam tubuh langsung sembuh. Semua ada waktunya.
Stem cell mempunyai beberapa sifat unik, seperti dapat melakukan perbanyakan diri sendiri. Kemampuan ini tidak dimiliki oleh sel lainnya, seperti sel jantung, sel otak, atau sel pankreas.
Apabila jaringan dalam jantung, otak, atau pankreas mengalami kerusakan, pada umumnya kerusakan ini bersifat irreversible. Stem cell dapat menggantikan sel yang rusak tersebut. Stem cell juga dapat bersifersiasi menjadi sel-sel yang kita butuhkan.