Latihan Saraf untuk Cegah Neuropati

Neuropati adalah kerusakan saraf tepi yang dapat mengenai sensorik, motorik dalam tubuh. Selain kram dan kesemutan, gejala lain yang identik dengan neuropati adalah kebas, rasa terbakar, kulit hipersensitif, kulit mengkilap, dan kelemahan pada anggota gerak. Salah satu contoh neuropati adalah carpal tunnel syndrome  (CTS). Ini telah disebabkan gerakan berulang naik turun atau getaran yang terus menerus pada pergelangan tangan yang mengakibatkan pembengkakan tendon dan menekan saraf medianus pada daerah tersebut. Penyakit CTS ini banyak dialami pada usia muda dan produktif karena repetitiv action atau gerakan berulang berulang secara terus-menerus dan sudah menjadi gaya hidup di masyarakat, seperti pekerja dengan paparan getaran di tangan, bermain gadget, mengetik komputer, menggunakan mouse, mengendarai motor, dan mencuci baju dengan tangan. Gejala yang ditimbulkan yaitu nyeri pada pergelangan tangan, kesemutan, kebas, serta menurunnya kekuatan menggenggem pada tangan yang terkena Neuropati. Sering orang-orang penderita ini tidak mengetahui gejala yang terjadi. Jika kesemutan orang menyangkanya karena darah yang tidak lancar. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan peminum alkohol juga berpengaruh.

Screenshot_103Alkohol bisa menyebabkan gangguan penyerapan vitamin B, akan mengganggu pembentukan atau pemanfaatan vitamin D pada tubuh, dan yang terakhir alkohol juga akan menyebabkan gangguan pada hati. Gangguan penyerapan vitamin B itu bisa menyebabkan neuropati. Penyakit ini dapat dicegah dengan istrahat yang cukup, gizi seimbang, menjaga pola makan, dan konsumsi vitamin neurotropik sejak dini secara teratur, vitamin neurotropik adalah vitamin yang sangat diperlukan untuk menjaga sistem saraf supaya dapat bekerja dengan baik. vitamin tersebut terdiri atas vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin neurotropik manfaatnya ada tiga. Pertama, menjaga fungsi saraf, baik saraf tepi maupun saraf pusatsupaya berjalan dengan baik karena mereka mengantarkan impuls-impuls saraf.
Kedua, memberikan nutrisi pada sel-sel. Ketiga, memberikan bahan baku untuk ketiga vitaminitu juga bekerja untuk menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf, memberikan asupan yang dibutuhkan supaya saraf dapat bekerja baik lalu terlibat dalam metabolisme energi sel sehingga dapat dipakai untuk mengatasi kelelahan dan membantu dalam masa pembentukan penyakit. Manfaluthy mengatakan, konsumsi daging sangat penting karena daging banyak mengandung neurotropik vitamin, gerakan-gerakan seperti aerobik pun dapat mencegah neuropati. Menurut dia, gerakan-gerakan berulang pergelangan tangan ke atas dan ke bawah dapat menyebabkan tendon di pergelangan tangan mengalami peradangan dan akhirnya menekan saraf di daerah pergelangan tangan yang jika berlangsung lama dapat menyebabkan meuropati. Gerakan aeronik dan stretching, seperti gerakan menyilang  atau gerakan tangan dan bola mata dapat membantu melemaskan otot dan  saraf  akibat tekanan tersebut, serta membantu untuk mengaktifkan sel-sel saraf sehingga dapat mencehag neuropati