Waspadai Peredaran Obat Palsu

Screenshot_72

Patut di waspadai penjualan obat palsu masih sangat marak dan mudak dijangkau. Masyarakat perlu mewaspadai dalam pemakaian obat-obatan, baik jenis maupun dosisnya. Obat palsu bila dikonsumsi justru bisa membahayakan kesehatan. Ada dua hal yang membuat seseorang yang tidak kunjung sembuh dari penyakitnya. Pertama, bisa jadi kesalahan resep antaranya yang dianjurkan dokter dan yang diberikan apoteker akibat kekeliruan. Kedua, bisa jadi obat yang dikonsumsi adalah obat palsu. Obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau produksi obat dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang telah memiliki izin edar. Hal ini dapat terjadi pada obat bermerek dan generik. Diketahui bahwa jenis obat dari kelas terapi paling banyak dipalsukan, secara berturut-turut berasal dari kelas tetapi anti-konvulsi, antitusif dan anti diabetes. Dampak yang dirasakan konsumen terhadap penggunaan obat palsu dapat mengakibatkan kesehatan bertambah buruk dan dapat berakibat kematian, biaya pengobatan meningkat, pasien tidak membaik dan komplikasi, sebagai contoh, konsumsi antibiotik palsu justru dapat menyebabkan mikroba menjadi kebal.

Mayoritas konsumen terdorong untuk membeli obat-obatan ilegal atau palsu akibat faktor ketidak tahuan. Kualitas obat-obatan harus menjadi pertimbangan utama dalam membeli produk farmasi karena obat/produk farmasi palsu sangat berbahaya bagi diri sendiri dan keluarganya. Sangat sulit untuk membedakan mana obat yang asli dan palsu. Faktor yang mendorong masyarakat membeli obat palsu, di antaranya harga yang murah. kadang masyarakat berpikiran bahwa kualitas dan kegunaan hampir sama dengan asli. Harga yang mahal serta daya beli masyarakat terhadap obat asli juga membuat masyarakat lebih memilih obat yang belum terjamin keasliannya. Selain itu, kerangka hukum menjerat produsen dan pengedaran obat palsu masih terbilang lemah. Hal yang paling penting untuk menghindari penggunaan obat palsu adalah kita sudah patut menyadari dan mengakui bahwa obat palsu telah beredar di manapun, bahkan hingga saat ini. Dengan mengetahui, secara otomatis kita akan waspada dengan kecurigaan yang ada.

Tips Menghindari Obat Palsu

  • Sampaikan kepada dokter jika tidak ada kemanjuan setelah minum obat yang diresepkan.
  • Menebus resep obat hanya di apotek yang memiliki reputasi baik.
  • Waspadai jika ada perbedaan harga obat yang cukup tinggi. Bila harganya terlalu murah, sebaiknya waspada, jangan-jangan obat itu obat palsu.
  • Perhatikan kemasannya, apakah masih tersegel dengan baik atau tidak, dan kebersihan kemasan. Lebel obat mencakup nama obat, nomor registrasi /NIE, nama produsen dan tanggal kadaluwarsa.
  • Membeli obat di sarana pelayanan kesehatan berizin (obat bebas/obat bebas terbatasi di apotek dan toko obat berizin, obat keras di apotek).
  • Segera musnahkan obat kadaluwarsa, rusak, atau obat yang sudah tidak terpakai dengan cara menghancurkan obat dan merusak kemasan agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.