Puasa Nyaman Bagi Diabetes

Screenshot_96

Diabetes bukan menjadi halangan bagi umat muslim untuk berpuasa. Dengan memperhatikan beberapa tindakan pengendalian dan pengobatan, penderita diabetes tetap bisa berpuasa. Yang paling penting konsultasi kan dengan dokter, dokter akan membantu para penderita diabetes untuk mengatur jadwal makan, apakah diperlukan perubahan pada pola makan, pengobatan yang dijalani dan pola pengecekan kadar gula darah perharinya. Selama puasa kita memiliki pola makan yang berubah, kondisi tersebut memiliki dampak bagi umat muslim penderita diabetes yang ingin menunaikan ibadah puasa sehingga perlu dikontrol. Jumlah makanan tidak boleh lebih dari jadwal makan sebelumnya, karbohidrat harus dihindari, terutama saat berbuka seperti yang manis-manis, bukannya tidak boleh. Misalnya kita makan kurma itu boleh dua sampai tiga biji. Kemudian waktu sahur dianjurkan yang kompleks karbohidrat supaya lebih tahan lapar seperti nasi, hindari juga makanan yang berlemak. Sayur, buah, dan minum juga penting.

Ada baiknya berolahraga jangan ditinggalkan, hanya waktunya jangan setelah subuh ada baiknya lakukan olahraga sebelum sahur atau menjelang berbuka puasa. Memang ada beberapa kendala yang memaksa penderita diabetes untuk berbuka puasa sebelum waktunya jika mereka mengalami hipoglikemia, hiperglikemia, lelah, pusing, dan dehidrasi. Terlebih lagi apabila kendala-kendala tersebut tidak dikelola dengan baik sepanjang waktu dapat mengakibatkan komplikasi yang serius seperti kebutaan, gagal ginjal, dan bahkan amputasi. Hal lain yang harus diperhatikan, yaitu pemeriksaan gula darah harus dilakukan secara rutin, frekuensi pemeriksaan gula darah perharinya sangat bervariasi sesuai kondisi masing-masing pasien diabetes dan sesuai anjuran dokter.
Semua penderita diabetes yang akan menjalankan puasa seharusnya mempersiapkan dirinya untuk pemeriksaan medis, yaitu menilai status kesehatannya dan mendapat pendidikan khusus agar puasa yang dilaksanakan berlangsung dengan aman. Pemeriksaan medis ditunjukkan untuk kenyamanan penderita secara umum, mempertahankan kendali glikemi, tekanan darah, serta lemak darah. Penderita harus diberi Informasi tentang potensi terjadinya risiko yang mungkin dihadapi terkait puasa .

Tips Yang Harus Diperhatikan Penderita Diabetes Saat Puasa
Penyakit diabetes nisa mengganggu kenyamanan puasa. Namun, bukan tidak mungkin bagi penderita diabetes untuk tetap menjalankan ibadah suci. Berikut ini adalah apa yang harus Anda cermati jika ingin tetap berpuasa, meski menderita diabetes.

  • Insulin
    Bagi diabetesi yang menggunakan insulin, akan membutuhkan lebih sedikit insulin sebelum mengawali puasa. Jenis insulin yang Anda gunakan mungkin harus diubah dari yang biasanya Anda gunakan. Insulin pracampuran tidak dianjurkan selama puasa.
  • Pola Makan
    Sebelum memulai puasa, Anda juga harus mengonsumsi makanan rendah glikemiks. Ketika berbuka makanlah dalam jumlah kecil dan hindari makan makanan manis atau berlemak. Sebagai gantinya, memperbanyak minum air dan menghindari minuman manis atau berkafein.
  • Lebih Sering Cek
    Saat puasa sebaiknya diabetesi lebih sering melakukan cek gula darah. Hal ini sangat penting dilakukan untuk membantu kadar gula darah dan mencegah terjadinya komplikasi.