Kale, Primadona Sayuran Hijau

Kale atau borecol adalah salah satu jenis dari tanaman sayuran brassica oleracea dengan daun hijau atau ungu. Kale dianggap lebih mirip dengan kubis. Sayuran ini kaya akan mineral dan serat antioksidan vitamin A, C, dan K. Karotenoid dan flavonoid merupakan jenis antioksidan yang sudah terbukti efektif dalam menangkal kanker. Mengonsumsi antioksidan vitamin K bisa mengurangi risiko kematian akibat kanker. Vitamin K juga bisa didapatkan dalam bayam, kailan, dan juga keju. Vitamin K sangat baik untuk menjaga fungsi tubuh, mencegah pembekuan darah, aktivitas antioksidan, hingga kesehatan tulang. Kale juga mempunyai banyak manfaat di antaranya sumber nurtisi, ia juga merupakan sumber yang baik dari mineral tembaga, kalium, besi, mangan dan fosfor.

Screenshot_87 Manfaat kesehatan kale ini terutama terkait dengan konsentrasi tinggi dan sumber yang sangat baik dari vitamin antioksidan A, C, dan K-dan fitonutrien yang mengandung sulfur. Karotenoid dan flavonoid merupakan jenis antioksidan spesifik terkait dengan banyak manfaat kesehatan antikanker. Kale juga kaya lutein dan zeaxanthin, senyawa yang mempromosikan kesehatan mata. Vitamin K yang berada di dalam kale penting untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk pembekuan darah normal, aktivitas antioksidan,dan kesehatan tulang, memperlancar pencernaan. Kale dapat melancarkan sistem pencernaan sehingga terhindar dari sembelit dan mengatasi susah buang air. Hal ini karena kandungan serat tinggi, rendah kalori dan lemak dalam sayuran.
Kale dapat mencegah anemia dan melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh. Tingginya zat besi dalam kale yang melebihi jumlah zat besi dalam daging sangat baik untuk mencegah terjadinya anemia. Selain itu zat besi dibutuhkan untuk membentuk enzim dan hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh sehingga sirkulasi darah menjadi lancar. Mencegah penyakit alzheimer sehingga risiko ini dapat berkurang. Selain itu vitamin K berguna untuk pembentukan tulang. Terutama bagi anak-anak di usia pertumbuhan. Dibalik Bnayaknya manfaat yang diberikan kale ternyata kale bisa juga berbahaya. Kale malah berbahaya jika dikonsumsi bagi penderita tiroid. Kale mengandung glucosinolate yang bisa memperbesar kelenjar tiroid. Terlalu banyak vitamin K juga dapat menimbulkan masalah bagi sebagian orang.
Siapa pun yang mengambil antikoagulan seperti warfarin harus menghindari kale karena tingginya kadar vitamin K dapat mengganggu obat-obatan. Kale mungkin merupakan sumber nutrisi, namun juga mengandung oksalat, zat yang terbentuk secara alami dan dapat mengganggu penyerapan kalsium. Hindari makan makanan yang kaya kalsium seperti susu pada waktu yang sama saat mengambil kale untuk mencegah timbulnya masalah. Manfaat kale yang sangat banyak ini bisa menjaga untuk kecantikan dan untuk kelangsingan tubuh. Untuk menjaga seluruh manfaat tersebut terserap secara optimal dalam tubuh, disarankan untuk mengonsumsi kale dalam kondisi segar atau mentah, atau ditumis dengan minyak zaitun.