Ibu Hamil Boleh Berpuasa!!! Asal…???

Ibu hamil dan ibu menyusui boleh berpuasa, tapi ada sederetan persyaratan yang harus dipenuhi. Mulai dari soal kecukupan gizi hingga kondisi fisik dan kesehatannya. Kecukupan nutrisi membuat para ibu hamil dan ibu menyusui sering bimbang apakah harus berpuasa atau tidak. Sebenarnya tidak ada masalah bagi ibu hamil dan ibu menyusui untuk menjalankan puasa. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar tetap bisa berpuasa seperti biasanya. Perbedaan antar puasa dan tidak hanya terletak pada waktu dan frekuensinya, yang biasanya tubuh menerima asupan 2-3 hari sekali, pada saat puasa mereka harus menahannya selama 14 jam. Syarat yang terpenting adalah para ibu tersebut harus dalam keadaan benar-benar sehat dan sanggup untuk tidak makan serta minum selama kurang lebih 14 jam.

 

Screenshot_97Asupan kalori yang dibutuhkan tubuh harus dipastikan dapat dipenuhi sama seperti saat tidak berpuasa, tidak ada pengurangan. Ketika lambung dirasakan aman, tidak mudah lapar, dan tidak sensitif saat tidak makan dalam jangka waktu panjang, ibu hamil dan ibu menyusui boleh berpuasa. Pastikan saat sahur dan berbuka, kalori, protein, dan zat gizi lainnya cukup. Karena akan memengaruhi janin dan bayi mereka. Usahakan makan sahur sedekat mungkin dengan waktu imsak. Pada saat berpuasa, tubuh akan mengalami kekurangan energi. Jika dipaksakan kondisi yang memburuk seperti itu selama 30 hari ke depan, akan berpengaruh pada janin dan bayi mereka. Pertumbuhan janin akan terhambat. Pada saat kelahiran ukuran bayi akan cenderung lebih kecil dari bayi normal lainnya. Bagaimanapun nutrisi janin sangat dipengaruhi nutrisi dari ibu. Pada usia kehamilan berapapun ibu boleh menjalankan puasa bergantung pada kondisi fisik mereka. Namun, jika kondisinya dibarengi dengan rasa mual, pusing, berat badan hanya naik sedikit atau tidak naik sama sekali, dan nafsu makan hilang, hindari untuk ikut berpuasa karena akan membahayakan janin. Oleh karena itu, penting untuk memonitori kondisi tubuh mereka sendiri. Bagi ibu hamil dan ibu menyusui dianjurkan tetap menjaga gizi tambahan dari orang normal. Dengan demikian, dalam satu hari asupan protein dan kalori harus normal seperti biasanya. Sedangkan untuk ibu menyusui kebutuhan asam folat, Pada ibu hamil  folat didapatkan dari sayuran berwarna hijau ( seperti bayam, asparagus), jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum. Selain itu, folat juga dapat didapatkan dari suplemantasi asam folat. Sumber kalsium dari makanan diantaranya produk susu, seperti susu dan yoghurt.

Denagn Kondisi Ini, Ibu Hamil Dilarang Puasa

  • Mengalami Perdarahan
    Ini jelas kontraindikasi atau tidak diperbolehkan berpuasa, bisa mengkhawatirkan keadaan janin di dalam kandungan.
  • Penyakit Darah Tinggi atau Hipertensi
    Baik sebelumnya mempunyai riwayat hipertensi maupun hipertensi dalam kehamilan. Ini penting untuk pengaturan obat dan pengaturan naik dan turunnya tekanan darah. Naik turun tekanan harus dihindari selama hamil karena bisa menyebabkan kematian ibu maupun si bayi.
  • Kencing Manis Atau Diabetes
    Wanita hamil dengan kencing manis tidak disarankan untuk berpuasa. Alasannya, selain harus menjalani terapi obat secara teratur, ibu hamil juga harus mematuhi program makan yang telah dibuatkan supaya kadar gula dalam darah bisa tetap terkontrol atau bisa tetap stabil
  • Gangguan Sistem Pencernaan
    Gangguan sistem pencertnaan yang paling jamak adalah sakit lambung atau mag. Ibu hamil dengan gangguan ini yang memaksakan diri berpuasa berarti memperbesar peluang penyakitnya untuk kambuh. Lambung kosong akan mempertinggi peluang terjadinya peningkatan asam lambung dan bisa berbahaya untuk bayi.
  • Dehidrasi Atau Kekurangan Cairan
    Banyak penyebabnya seperti muntah terus selama hamil (hipertensis gravidarum), wanita hamil mudah dengan morning sickness atau mual-mual terus, nafsu makan tidak ada (anoreaksi)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *