Hindari Bau Mulut Saat Berpuasa

Screenshot_91

Bau mulut memang menjadi masalah saat berpuasa, kondisi ini membuat kita menjadi tidak nyaman dan percaya diri. Perubahan pola makan saat berpuasa tidak hanya menimbulkan rasa haus dan lapar. Ada kondisi lain yang turut berubah yang terjadi pada rongga mulut. Perubahan pola makan ini menyebabkan perubahan produksi air liur yang berfungsi membunuh bakteri dalam mulut. Jadi, mulut yang kering akibat kekurangan air liur ini berpotensi menyebabkan bau mulut. Secara alami, pada rongga mulut terdapat bakteri atau floral normal rongga mulut yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan fungsi kerja pencernaan. Pada mulut yang kering berpotensi menimbulkan bau tidak sedap karena meningkatnya konsentrasi senyawa yang mengandung sulfur dalam tubuh akibat perubahan pola makan. Perubahan pola makan ini lah yang menyebabkan bau mulut.

Volume saliva yang berkurang akan menyebabkan bakteri yang terdpat dalam rongga mulut menjadi lebih banyak bersarang. Bakteri yang bersarang jika menumpuk akan menghasilkan sulfur. Gas yang dihasilkan tadinya akhirnya menjadi bau mulut. Bau mulut juga bisa disebabkan dari beberapa faktor, misalnya adanya gigi berlubang, lidah yang jarang dibersihkan, kelainan metabolik, atau bisa juga adanya gangguan dalam sistem pencernaan. Makanan masuk ke dalam mulut, kalau pencernaan tidak baik, makanan yang di dalam perut akan mengeluarkan gas karena terjadinya pembusukan. Makanan tadi akan kembali keluar melalui pernapasan dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Pada gigi berlubang, potensi bakteri yang menumpuk sangat tinggi karena bakteri akan bersarang pada sela-sela gigi berlubang dan sulit dijangkau tersebut. Gigi yang tidak dirawat dengan baik akan membentuk abses (pengumpulan nanah) dan bakteri yang ada di dalamnya akan memetabolisme jaringan-jaringan mati sehingga menimbulkan bau mulut. Peradangan yang terjadi pada sisitem pencernaan juga berperan sebagai penyebab bau mulut pada saat berpuasa. Pada peradangan, kuman-kuman akan menempel pada bagian yang mengalami peradangan. Inilah yang membuat kalau seseorang mengalami peradangan cenderung mengeluarkan bau yang tidak sedap karena kuman yang berkembang biak akan menghasilkan gas.
Ada beberapa cara untuk menjaga agar mulut tidak mengalami halitosis atau bau mulut, di antaranya menjaga kebersihan rongga mulut, misalnya dengan menggosok gigi, membersihkan lidah atau menggunakan obat kumur. Gigi yang bersih dapat menghilangkan bakteri penyebab bau mulut. Menghilangkan karises pada gigi atau gigi berlubang. Seperti yang disebutkan sebelumnya, gigi berlubang berpotensi menyebabkan bau mulut, terutama saat berpuasa. Sanat dianjurkan untuk menghindari makan-makanan yang panas, pedas, dan beraroma. Ini juga memicu bau mulut saat berpuasa. Perbanyak minum air karena dapat membantu meningkatkan kualitas air liur.