Hadapi Masa Pubertas Remaja Wanita

Masa puber merupakan masa yang paling kritis bagi remaja, terutama remaja putrid, masa ini akan memengaruhi pembentukan self- esteem atau jati diri mereka. Jika orang tua tidak memperhatikan perkembangan anak-anak mereka selama masa pubertas, bukan tidak mungkin nantinya mereka akan tumbuh jadi wanita yang tidak memiliki karakter dan jati diri yang kuat atau  low self esteem. Pada dasarnya masalah pubertas pada remaja putri sangat bervariatif  yang hampir semua situasi yang mereka  hadapi merupakan situasi yang  baru pertama kali mereka hadapi. Masalah yang mereka tidak dapat selesaikan sendiri dapat memengaruhi  kondisi remaja putri itu sendiri.
Screenshot_41Pada suatu masa, mereka harus menghadapi tuntutan keluarga,  pendidikan, lingkungan pergaulan, bahkan diri sendiri. Tuntutan ini kadang membuat mereka tidak percaya diri dan tidak berani  mengeksplorasi  kelebihan yang mereka miliki. Dalam masa pubertas  dan pencarian jati diri ini  kerap menemukan hambatan bagi remaja itu sendiri. Hal ini dikarenakan padas masa tersebut,  para remaja seolah-olah dihadapkan  pada banyak tugas, pertanyaan dan rasa penasaran yang harus dihadapi.  Belum lagi masa pubertas merupakan masa peralihan atau trasisi menuju wanita dewasa.
Beberapa tugas yang harus mereka lewati saat proses trasisi ini, antara lain melewati masa pubertas, mampu membawa diri dalam pergaulan, menghadapi tekanan dari kelompok pergaulan (peer pressure), dan membentuk identitas diri. Mereka  juga harus menjalani masa pendidikan, menentukan karier, dan cita-cita masa depan, serta belajar mengenal nilai–nilai dalam peran orang dewasa. Bagi sebagian remaja putri,  masa-masa ini menimbulkan gejolak dalam pikiran mereka. Banyak remaja kerap kebingungan apa yang harus mereka lakukan saat berhadapan  dengan situasi tertentu.

 

Meningkatkan Self- Esteen

1. Buat Diary Tentang Hal Positif 
Setiap remaja diminta menuliskan hal-hal positif  yang telah mereka lakukan tiap harinya. Dengan beditu,mereka bisa menilai potensi positif dari diri mereka.

2. Buka Wawasan
Rimaja yang ideal, bukanlah remaja yang cantik secara fisik saja, Quarter beauty harus seimbang dengan inner beauty yang salah satunya adalah berwawasan luas. Remaja yang memiliki wawasan luas akan mudah dihargai orang lain.

3. Cari Peluang
Kesempatan tidak akan didapat jika seseorang hanya berdiam diri dirumah.Mereka yang berhasil adalah mereka yang terus melihat dan memanfaatkan peluang yang ada.

4. Visualisasikan Masa Depan
Tak ada istilah terlalu dini  untuk membayangkan  akan jadi seperti apa mereka kelak setelah dewasa nanti. Visualisasikan  sedetail mungkin,  mulai karier , prestasi,  bahkan hingga membayangkan pakaian yang akan digunakan pada masa dating. Dengan begitu mereka akan belajar mempersiapkan dirinya untuk masa datang

5. Hargai Diri Sendiri
Siapa lagi yang bisa menghargai diri sendiri selain diri mereka sendiri. Orang lain cenderung akan  menhargai seseorang yang bisa menghargai dirinya sendiri.Remaja ini sering dikaitkan sebagai wanita yang berkarakter kuat.

6. Stop Membandingkan
Pada dasarnya, setiap anak itu unik setiap perbedaan yang ada perlu dihadapi dengan bijaksana.Dengan membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya akan  merendahkan diri sendiri. Selain itu,  bukan tidak mungkin mereka akan tumbuh menjadi diri yang pengecut dan tak berani mencoba hal baru. Belum lagi persoalan lain seperti kebanyakan dari mereka belum tahu potensi dan nilai positif dari dalam diri mereka sehingga mereka tidak memiliki karakter dan jati diri yang kuat atau low self-esteem,” tambah Vera saat ditemui dalam konverensi pers Marina FUNtastic You