Cukupi Kalsium, Hindari Osteoporosis

Screenshot_71Kalsium adalah nutrisi penting dalam pembentukan otak. Konsumsi kalsium yang kurang bisa menyebabkan terjadinya osteoporosis. Untuk itu, cukupi kebutuhan kalsium sejak dini. Kalsium menjadi salah satu nutrisi penting dalam pembentukan tulang, Kalsium berada dalam jaringan tulang dan gigi, sisanya berada di darah dan sel-sel tubuh. Kalsium tetap dibutuhkan tubuh hingga usia berapa pun, meskipun sudah tidak dalam masa pertumbuhan. Hal yang patut diingat, pada usia tertentu, kalsium dalam tulang akan berkurang secara signifikan yang menyebabkan keropos atau osteoporosis. Pada dasarnya, tulang manusia harus melewati tida fase. Pada ketiga fase tersebut, tulang masih membutuhkan asupan kalsium yang berbeda-beda agar tetap prima. Pada fase pertama, kira-kira berusia 0-18 tahun, tulang akan mengalami fase pemanjangan, anak akan terus bertahan tinggi pada fase ini atau kerap dikenal dengan masa pertumbuhan. Untuk itu, anak-anak sangat membutuhkan asupan kalsium yang cukup agar proses pemanjangan tulang tidak terhambat. Pada fase selanjutnya, saat berusia sekitar 20-35 tahun, tulang akan mengalami fase pemadatan.

Pada fase ini penting untuk menjaga level tersebut sampai dengan mendapatkan kalsium dan vitamin D yang cukup dengan diimbagi olahraga. Puncak massa tulang menentukan kekuatan tulang di kemudian hari. Orang dewasa normal, kebutuhan kalsium harian mereka, sumber kalsium bisa diperoleh dari mana saja, Kebutuhan konsumsi sebagin besar diperoleh dari susu. Saat beranjak tua, tulang-tulang menipis karena setelah usia 30 tahun tingkat pembuatan sel tulang baru lebih rendah dari tingkat kehilangan atau kerusakan sel tulang. Bila hal itu terjadi, tulang akan kehilangan mineral, massa, dan struktur sehingga membuatnya lemah dan mudah patah. Pada tahap usia ini, tulang-tulang akan mengalami pelepasan kalsium. Kekurangan asupan kalsium akan menimbulkan dampak yang buruk bagi tulang, seperti pengeroposan pada tulang atau yang sering dikenal sebagai osteoporosis. Penyakit ini sering tanpa keluhan, di mana densitas tulang berkurang secara progresif dengan kerusakan mikroarsitektur tulang sehingga tulang menjadi rapuh, mudah patah, dan tidak terdeteksi sampai terjadinya patah tulang.

Pengeroposan tulang merupakan suatu hal yang pasti terjadi sering proses penuaan dalam tubuh. Namun jika konsumsi kalsium tercukupi, pengeroposan tulang ini bisa ditunda selama mungkin. Wanita lebih berisiko mengalami osteoporosis dibanding laki-laki. Perbandingannya, setiap satu dari lima orang laki-laki berisiko osteoporosis, sedangkan wanita, tiga berbanding lima. Banyak waktu yang menyebabkan wanita lebih berisiko, di antaranya kehamilan, menyusui, dan menopause. Saat hamil, janin dalam perut membutuhkan kalsium untuk pembentukan tulang yang diambil dari nutrisi dari ibunya. Maka dari itu, kebutuhan kalsium bagi ibu hamil harus ditingkatkan. Selain itu, pada peroses menyusui, anak akan terus mengambil nutrisi dari sang ibu, salah satunya kalsium. Tercukupi atau tidaknya kebutuhan kalsium untuk bayi, berguna bagi si ibu. Kecukupan kalsium bagi sang ibu juga tidak boleh disepelekan karena selama proses menyusui, secara langsung anak juga mengambil kalsium yang ada pada ibu. untuk itu ibu hamil dan lansia membutuhkan kalsium melebihi dari orang dewasa.

Tips Mencegah Tulang Keropos 

Screenshot_70
Cukupi Kalsium
Konsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung kalsium, seperti susu dan produknya seperti keju dan yoghurt, sayur-sayuran berwarna hijau, ikan dalam kaleng yang lengkap dengan tulangnya seperti sardin, kacang-kacangan, dan makanan jadi yang difortifikasi dengan kalsium seperti jus dan sereal.

Olahraga rutin
Lakukan olahraga secara teratur untuk menguatkan tulang dan otot, seperti latihan fisik terutama aktivitas seperti mengentakdan melawan gravitasi bumi, seperti berjalan 1.000 langkah.

Hindari kopi berlebihan
Konsumsi kopi secara berlebihan dapat mengeluarkan kalsium secara berlebihan. Begitu juga konsumsi obat kortikosteroid dengan dosis yang tinggi juga bisa mengikis kalsium dalam tubuh.