Bayi Tabung Sukses Dengan PGS

PEMILIHAN embrio  sangat menentukan keberhasilan program bayi tabung. Namun dengan  teknologi PreImplantation Genetic Screening  (PGS), persoalan itu bisa diatasi. Dengan sistem yang terbaik sekalipun diketahui bahwa angka keberhasilan program masih terbatas.  Masih ada risiko kegagalan yang disebabkan adanya permasalahan dengan kelainan kromosom pada embrio. Namun, dengan sistem yang terbaik  sekalipun  diketahui bahwa angka keberhasilan program  masih terbatas. Seperti diketahui bahwa sel telur yang diproduksi manusia bersifat aneuploid  yang berarti mempunyai kelainan pada kromosomnya yang berakhir pada embrio, yang tidak normal yang berdampak pada kegagalan kehamilan atau terjadinya keguguran. Jadi tidak heran jika pasangan suami istri pada bulan pertamanya tidak langsung hamil semua.

Screenshot_33Cara yang berlaku umum di laboratorium embriologi dalam menentukan embrio yang  “normal” adalah dengan menganalisis bentuk  morfologi embrio. Dengan cara ini pun embrio yang dikatakan good atau excellent  hanya mempunyai kemungkunan inplantasi. Selain itu jika terjadi  kehamilan masih ada kemungkinan terjadinya keguguran, kamatian bayi, atau kelahiran bayi dengan kelainan kromosom. Lalu ditemukan dengan cara biopsi sel untuk mengetahui dengan pasti apakah embrio yang akan ditanamkan mempunyai kelainan kromoson atau tidak. Teknologi untuk melakukan pemeriksaan analisa kromosom (karyotype), kromosom ini hanya bisa mendekteksi 3 kromosom yaitu 13, 18, dan 21. Itupun dibutuhkan waktu  yang cukup lama. Padahal,  manusia mempunyai 23 pasang kromosom dan 1 kromosom seks. Teknologi ini bisa mendektesi 24 kromosom itu pada manusia. Proses analisispun bisa  dilakukan dengan cepat, dalam hitungan jam sampe maksimal 24 jam. Proses ini dikenal sebagai PreImplantation Genetic Screening (PGS).
Dengan adanya tehnologi ini memungkinkan untuk menganalisis dari 1 sel pun bisa diketahui bahwa kromosom dari embrio itu normal atau tidak sebelum ditanamkan. Jadi bisa lebih selektif terhadap embrio. Tujuan dari dilakukanya PGS ini, adalah untuk meningkatkan angka kelahiran bayi hidup. Harapanya akan membantu untuk menentukan mana embrio yang baik sebelum kita tanamkan, dengan adanya teknologi ini tentunya akan semakin membantu para dokter kandungan untuk mengetahui dan menentukan  apakah ada kelainan kromosom pada embrio pasien yang akan ditanamkan. Cara ini diharapkan bisa meningkatkan presentasi kaberhasilan kehamilan serta, memperkecil resiko terlahirnya bayi-bayi yang memiliki  kelainan kromosom. Hasilnya proses bayi tabung bisa  melahirkan bayi-bayi yang sehat.

Persiapan Sebelum Program Bayi Tabung 

  1. Persiapan fisik
    Evaluasi  umum tingkat kesuburan biasanya meliputi pemeriksaan sejarah kesehatan suami dan istri. Untuk istri  kondisi fisik umum dan pemeriksaan lebih seksama pada area pelvic  dengan menggunakan ultra sonic.  Pemeriksaan internal pada pervik sangat membantu untuk mengetahui ukuran, bentuk, dan posisi organ-organ reproduksi.
    Pada suami,  meliputi pemeriksaan fisik secara umum dan pemeriksaan lebih mendalam pada penis, skrotum,dan testis. Tes-tes tersebut bertujuan mengetahui disfungsi kelenjar pituitary dan kemungkunan sindrom yang berkaitan dengan ovarium.
  1. Persiapan mental
    Persiapan  mental dapat dilakukan dengan metode pengaturan stress atau  managemen stress. Ada kalanya anda atau pasangan mengalami stress  berat dan sangat emosional selama menjalani proses tertentu,  dalam program bayi tabung. Pada saat saat seperti ini, anda dapat mengandalkan orang lain atau sang ahli untuk berkonsultasi disamping itu, Anda juga dapat melakukan relaksasi yang sesui yang cocok dengan diri anda atau pasangan seperti meditasi, yoga, dan lain-lain.Teknik ini  sangat membantu untuk menenagkan dan menjernihkan pikiran.s