Tanaman Cakar Ayam

cakar-ayam

Nama Daerah

rumput solo, cemara kipas gunung, Shi shang be (China).

Morfologi Tanaman

Memiliki batang tegak. Memiliki ukuran tinggi antara 15 hingga 35 cm. Pada percabangan dapat mengeluarkan akar. Bentuk daun kecil dengan panjang 4 hingga 5 mm dan lebar sekitar 2 mm. Bentuk daun meruncing pada ujungnya. Pada ujung daun berwarna hijau tua, sedangkan bagian bawahnya hijau muda. Daun tersusun pada kiri dan kanan batang induk hingga kepercabangannya seperti sisik sehingga menyerupai cakar ayam.

Bagian Manfaat dan Kandungannya

Bagian yang digunakan adalah seluruh bagian tanaman. Kandungannya terdiri atas alkaloid, saponin, dan phytosterol. Penyakit yang bisa diobati adalah patah tulang, kanker, batuk, dan radang amandel.

Cara Penggunaan

  1. Mengobati batuk. Gunakan tanaman cakar ayam yang telah kering sebanyak 60 gram, rebus menggunakan kurang lebih sebanyak 3 gelas air, kemudian saring dan dinginkan. Minum air ramuan pagi, siang dan sore.
  2. Kanker. Gunakan tanaman cakar ayam yang telah kering sebanyak 60 gram, rebus kurang lebih selama 3 hingga 4 jam menggunakan api yang kecil, setelah dingin saring dan minum.
  3. Mengobati bengkak. Gunakan semua bagian tanaman cakar ayam dan lumatkan, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit. Ganti sebanyak 2 hingga 3 kali sehari.
  4. Patah tulang. Untuk pengobatan dalam gunakan kurang lebih 15 hingga 30 gram tanaman cakar ayam, rebus dan minum. Untuk pemakaian luar seluruh bagian tanaman cakar ayam dilumatkan dan tempelkan ramuan pada bagian yang sakit, bila kondisinya masih baik.

Kontraindikasi

Belum ditemukan informasi dampak negatif konsumsi cakar ayam, amun tetap harus berhati-hati dalam penggunaannya.