Asupan Air Seimbang Hidari Obesitas

Screenshot_19Faktor energi untuk aktivitas fisik, gaya hidup dan lingkungan memiliki peran penting dalam meningkatkanya. Adanya kecenderungan konsumsi minuman bergula atau berkalori semakin meningkat pada anak-anak, selain itu seiring dengan bertambahnya usia anak konsumsi minuman yang mengandung gula tersebut cebnderung meningkat. Padahal mengonsumsi minuman yang mengandung gula dapat memicu obesitas. Minuman bergula adalah minuman soda, jus, air tebu manis, kopi manis, jus manis, dan sport drink yang menggunakan soda berkalori. Bahwa kecenderungan terjadinya obesitas pada usia dini saat ini telah terbukti secara signifikan.

Obesitas pada masa kecil dapat memicu timbulnya berbagai penyakit serius saat usia dewasa. Obesitas merupakan salah satu penyebab risiko kematian dini. Beberapa risiko penyakit yang timbul akibat obesitas pada usia muda antara lain penyakit jantung, kanker prostat, kanker payudara, kelainan kehamilan, dan lain-lain. Seorang anak sangat membutuhkan asupan gizi seimbang selama masa pertumbuhannya. Tidak sedikit kasus obesitas pada anak ini separtutnya dihindari dengan membiasakan buah hati menjalakan gaya hidup sehat dengan gizi seimbang. Gizi seimbang ini termasuk minum air putih sebelum makan utama, faktanya banyak minum air putih bisa turut membantu mencegah obesitas.
Pentingnya peran air dalam upaya mencegah dan mengatasi obesitas pada anak, cairan merupakan elemen substansial dalam komponen gizi seimbang. Kenutuhan cairan di tubuh manusia bervariasi sesuai dengan umurnya. Volume air yang dibutuhkan anak kecil lebih besar dari pada orang dewasa. Karena itu sebaiknya orang tua menanamkan kepada anaknya untuk tidak mengabaikan rasa haus. Obesitas pada anak salah satunnya dipicu oleh kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan seorang anak. Anak yang sudah terkena obesitas memang cenderung malas bergerak karena berat tubuhnya. Orang tua, sebaiknya memotivasi anak karena gaya hidup sehat menghasilkan performa fisik yang baik dan dapat membantu mencegah dan mengatasi obesitas pada anak.
Untuk menyeimbangkan cairan berupa keringat yang keluar saat beraktivitas fisik, pastikan bahwa anak-anak terhindar dengan baik saat melakukan aktivitas tersebut. Anak-anak dan remaja saat ini gemar sekali mengonsumsi minuman yang kaya kalori sehingga menyebabkan angka obesitas yang tinggi. Padahal, obesitas pada anak mengancam kesehatan generasi muda Indonesia karena berpotensi membawa penyakit membahayakan lainnya, seperti kardiovaskular atau jantung. Sebaiknya para orang tua memonitor apa yang dikonsumsi anak-anak dan mengedukasi mereka sejak dini untuk memilih asupan gizi seimbang.

Cara Mencegah Obesitas
1. Kurangi Mengemil
Jangan biarkan anak Anda makan sambil menonton televisi. Biasakan agar anak Anda makan di meja makan, bukan di depan televisi atau komputer. Banyak orang akan tidak menyadari berapa banyak makanan yang sudah disantapnya bila dia makan sambil menikmati tayangan televisi atau di depan komputer.

2. Batasi
Jumlah makanan dan minuman tinggi kalori dan gula seperti coklat, minuman bersoda, biskuit, kue, dan es krim. Anda dapat menggantinya dengan yang lebih sehat, seperti buah-buahan, jus buah, agar-agar, keripik sayuran, dan susu rendah lemak.

3. Hindari Fast Food
Jangan jadikan makanan cepat saji sebagai acara rutin mingguan. Fast food memiliki kandungan gizi tidak seimbang, kebanyakan mengandung lemak dan kalori yang tinggi, tetapi sangat rendah serat yang dapat memicu obesitas.

4. Sarapan
Makan pagi akan membuat anak mendapatkan energi yang cukup untuk belajar di sekolah. Ini diperlukan agar anak kuat saat beraktivitas di sekolah dan mencegah makan berlebihan setelahnya. Dengan membawa makanan dari rumah, Anda dapat mengontrol gizi anak.

5. Ajari Anak  Beraktivitas
Libatkan, seluruh anggota keluarga dalam kegiatan, seperti jalan sehat, bersepeda, berenang bersama, berbain basket, kegiatan outdoor, seperti mendaki gunung, dan outbound.

6. Ajari Anak
Untuk memesan makanan sehat ketika makan di luar. Misalnya lebih memilih menu gado-gado dari pada sate kambing. Tawarkan jenis makanan yang bervariasi, misalnya biji-bijian dan sayuran, buah, susu rendah lemak, daging tanpak lemak, dan kacang-kacangan.