Perawatan Gigi Berwarna Kusam

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan tampilan gigi putih sempurna. Mulai dari perawatan pemutihan ke dokter gigi, perawatan pemulihan gigi mandiri di rumah, hingga pemakaian alat berteknologi tinggi. Perawatan pemutihan gigi merupakan salah satu cara untuk mencerahkan warna asal gigi tanpa mengasah enamel sehingga tampilan gigi tampak lebih putih alami. Pemutihan gigi termasuk jenis perawatan gigi yang bertujuan untuk estetika. Dokter gigi umumnya menawakan dua jenis perawatan, yaitu perawatan sendiri di rumah dengan perangkat pemutih (whitening kit) atau petawatan di tempat praktik. Kedua perawatan itu sama-sama menggunakan senyawa berbasis peroksida.

Screenshot_2
Pemutihan gigi di praktik dokter gigi (in-office whitening) diawali dengan pembersihan gigi dan penghapusan plak di sepanjang garis gusi, setelah gigi bersih gel peroksida diaplikasikan di gigi. Selanjutnya, lampu khusus bersinar laser digunakan untuk mengaktifkan gel. Adapun pemutihan gigi di rumah Anda dapat memutihkan gigi sendiri dengan peralatan yang didapatkan dari dokter gigi. Menyiapkan sebuah cetakan gigi sesuai ukuran gigi dan kontru rahang Anda, dan memberika gel berkadar proksida. Untuk pemakaiaan Anda cukup mengoleskan gel di cetakan gigi, lalu memasang nampan tersebut di gigi selama beberapa jam setiap malam untuk beberapa hari. Lama penerapan bervariasi, semakin rendah kadar peroksida dalam gel, semakin lama waktu pemakaian yang aman.
Pemutihan gigi yang cukup populer dalam dunia estetika, yaitu bleaching dan veneer. Pada intinya kedua perawatan ini berfungsi memutihkan gigi, tepi yang membedakan keduanya adalah bahan, aplikasi, dan manfaat tambahannya. Perbedaan kedua perawatan pemutihan gigi tersebut. Bleaching adalah suatu tindakan untuk menghilangkan pewarnaan pada gigi secara kimiawi dengan menggunakan peroksida (karbamid peroksida dan hidrogen peroksida).  Proses bleaching melibatkan reaksi oksidan dan reduksi. Proksidan bertindak sebagai agen pengoksidasi. Hidrogen peroksida inilah yang akan menghasilkan radikal bebas, yang akan bereaksi dengan molekul organik dalam email gigi. dengan adanya reaksi tersebut molekul organik yang berukuran besar dan berpigmentasi tinggi akan menjadi molekul berukuran lebih kecil dan lebih sedikit pigmen. Molekul kecil dan lebih merefleksikan cahaya. Hasil akhirnya, gigi tampak lebih putih.
Adapun veneer adalah tindakan koreksi gigi dengan menutup permukaan gigi menggunakan lapisan porselen yang sifatnya permanen. Pada awalnya veneer digunakan pada pasien yang mengalami masalah karises agar gigi tidak mudah pecah. Selain itu, veneer berfungsi meratakan permukaan gigi depan yang tidak bagus, misalnya emailnya tipis atau berpori sejak lahir. Gigi yang ukurannya lebih kecil atau lebih besar juga bisa koreksi dengan teknik ini. Selain perawatan pemutihan gigi di dokter gigi maupun di rumah, alat pemutih gigi dengan teknologi  tinggi juga bisa menjadi alternatif yang menarik untuk dicoba.