Pentingnya Deteksi Dini Hipertensi

Screenshot_7Sebagai satu faktor risiko yang menjadi penyebab gangguan otak, jantung, dan ginjal, hipertensiharus diwaspadai. Selain pola hidup yang sehat, memonitor tekanan darah merupakan cara efektif untuk mengelola hipertensi sedini mungkin. Hipertensi dikenal sebagai silent killer, penyakit yang menyebabkan kematian, tapi hampir tidak menunjukkan gejala apa pun. Hipertensi dapat muncul tanpa gejala sama sekali. Bahkan, hanya sedikit dari penderita hipertensi berat yang mengalami gejala seperti sakit kepala yang parah, kelelahan terus-menerus, masalah penglihatan, kesulitan bernapas, dan nyeri dada.

Kebutuhan pemeriksaan tekanan darah tidak sama, bergantung kebutuhan dan usia. memonitor tekanan darah harus dilakukan setiap dua tahun untuk orang-orang berusia di bawah 20 tahun yang tidak menunjukkan gejala-gejala di atas.
Sementara kategori orang-orang di atas usia 40 tahun, teridentifikasi memiliki tekanan darah normal atau tinggi,
dan memiliki faktor-faktor risiko kardiovaskular lain, misalnya diabetes, obesitas, kolestrol tinggi, dan faktor
keturunan sebaiknya memeriksakan tekanan darah setahun sekali. Memonitor tekanan darah secara mandiri merupakan salah satu cara yang tepat dalam mengelola hipertensi. Tujuan mengukur tekanan secara mandiri tersebut dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis, monitor terapi, dan memperbaiki compliance atau ketaatan akan minum obat dan terapi.
Yang harus melakukan pengukuran tekanan darah mandiri adalah pasien yang baru memulai terapi, pasien dengan tekanan darah yang tinggi, wanita hamil, kecurigaan adanya hipertensi terselubung, dan pasien berisiko tinggi dan membutuhkan monitoring tekanan darah lebih ketat, misalnya pasien yang memiliki penyakit jantung koroner. Penanganan hipertensi baiknya dilakukan dengan cara, seperti memodifikasi gaya hidup menjadi lebih sehat, terapi obat, dan compliace (ketaatan pasien). Karena hipertensi lebih disebabkan pada gaya hidup dan kecenderungan genetis keluarga bahwa yang menderita hipertensi dalam keluarga jumlahnya lebih banyak.  Jika kedua orang tuanya terkena hiper tensi maka si anak belum tentu terkena hipertensi juga. Tidak ada cara untuk memprediksi secara tepat mengenai hipertensi.
Makin lama dan makin tinggi tinggi tekanan darahnya, makin tinggi juga risiko dan tekanan hipertensi. Untuk pasien punya penyakit kardiovaskular itu multifaktorial atau ada faktor lain yang bisa menyebabkan hipertensi. Ibu hamil wajib memeriksakan tekanan darahnya secara rutin. Jika seorang ibu hamil punya tekanan darah yang tinggi, bidan wajib membawanya ke dokter spesialis kandungan karena tekanan darah yang tinggi memengaruhi proses persalinan dan bayi. Risiko pada ibu hamil yang memiliki hipertensi jauh lebih tinggi, obat hipertensi bagi ibu hamil berbeda. Selama ini kita mengenal obat Captopril yang sering digunakan masyarakat umum, itu tidak bisa diberikan kepada ibu hamil karena menggangu janin. Kalau tekanan darah bisa dikontrol dengan obat-obatan yang tepat bagi ibu hamil, dia masih bisa menjalani proses persalinan yang normal.