Bawang Dayak

bawang-dayak

Nama Daerah

Bawang dayak (Palangkaraya, Samarinda); bawang hantu atau kambe (Dayaki); bawang sabrang, babawangan beureum, bawang siyem (Sunda); brambang sabrang, luluwan sapi, teki sabrang (Jawa), bawang sayup (Melayu)

Morfologi Tanaman

Herba merumpun tingginya mencapai 50 cm. Batangnya tumbuh tegak dan merunduk, berumbi yang berbentuk kerucut dan warnanya merah. Daunnya ada dua macam, yaitu yang sempurna berbentuk pita dengan ujung nya runcing, sedangkan daun-daun lainnya berbentuk menyerupai batang. Bunga tunggal, berwarna putih, muncul di ketiak daun atas. Buah kotaknya berbentuk jorong dengan bagian ujungnya berlekuk. Bia masak merekah menjadi tiga rongga yang berisi banyak biji. Bentuk bijinya bundar telur atau hampir bujur sangkar.

Bagian Manfaat dan Kandungannya

Bagian yang bermanfaat adalah umbi dan daun. Kandungannya adalah alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid, dan zat tannin. Penyakit yang bisa diobati adalah demam, nifas, mual, sembelit, susah kencing, dan disentri.

Cara Penggunaan

  1. Untuk mengatasi sakit kuning, peluruh kemis, pencahar, dan peluruh muntah. Rebus dan peras umbi, airnya diminum.
  2. Untuk nifas. Gerus beberapa lembar daun kemudian airnya diminum.
  3. Rebus umbi dan air rebusan digunakan untuk mandi bayi yang baru lahir dengan penyakit kuning.

Info Lain

Bawang dayak dipadu dengan benalu teh serta herbal lain berfungsi sebagai anti-infeksi, antibakteri, antiradang, dan pembersih darah juga berkhasiat untuk menyembuhkan gejala kronis terutama penyakit dalam seperti kanker atau humor.

Kontraindikasi

Belum ditemukan efek samping maupun literatur yang menyebutkan adanya kontraindikasi dari konsumsi bawang dayak.

Tetapi sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk kewaspadaan.

  1. Bagi anak-anak: sebaiknya tidak mengonsumsi dengan dosis yang berlebihan sebelum herbalis dan berkonsultasi
  2. Bagi ibu yang melahirkan dan menyusui: jangan mengonsumsinya.