Sikat Gigi Tepat, Gigi Sehat

Screenshot_230Menyikat gigi dua kali sehari merupakan salah satu cara merawat gigi tidak hanya itu, pemilihan sikat gigi yang tepat juga krusial dalam menjaga kesehatan gigi. Sikat gigi berpengaruh terhadap proses pembersihan dan pengangkatan atua pengangkatan plak gigi secara optimal, menyikat gigi menjadi satu-satunya cara dalam membersihkan plak. Namun faktanya, menggosok gigi secara berkala dua kali sehari ternyata tak cukup untuk menyingkirkan plak pada gigi jika tidak diimbangi dengan pemilihan sikat gigi yang baik. Terlebih gigi belakang. Bagian gigi ini memiliki alur dan celah yang sulit dijangkau saat menyikat gigi. Tak heran, gigi belakang paling sering ditemukan berlubang yang membuat risiko dua kali lebih besar terkena karies.
Karies jika tidak dibersihkan dengan cepat, sisa makanan akan membusuk dan akhirnya membuat gigi berlubang. Prosesnya memakan waktu yang lama, perlahan gigi yang keras menjadi luka karena asam sehingga akibatnya berlubang. Penyebab terjadinya akumulasi plak gigi dan gigi berlubang paling sering ditemukan dua kali lebih besar ditemukan pada gigi belakang. Untuk membersihkan lapisan plak yang merupakan tempat berkumpulnya bakteri digigi dan penyebab gigi berlubang. Diperlukannya sikat gigi yang mampu mengikuti kontur mulut manusia. Dengan begitu, dapat menjangkau gigi bagian belakang.

Instrumen alat kedokteran gigi yang baik adalah yang ujungnya sejajar dengan gangangnya sehingga mencegah perputaran meningkatkan kestabilan dan keseimbangan. Juga, mudah dikendalikan dan meningkatkan akurasi serta jangkauan. Setiap manusia memiliki kondisi mulut dan gigi berbeda sehingga pemilihan bulu sikat yang tepat bagi setiap orang tidak bisa dipukul rata. Jika memiliki penyakit periodontal (Penyakit pada gusi dan penyangga gigi seperti gusi berdarah) dianjurkan menggunakan bulu sikat gigi berjenis soft atau lembut. Sementara pada kondisi mulut dan gigi yang normal disarankan menggunakan bulu sikat medium atau sedang.
Jangan sering kali memakai sikat gigi orang lain. Berbagi sikat gigi berkontribusi membuat gigi berlubang karena bisa menyebabkan kuman antarmulut. Akibatnya, kuman di mulut menjadi semakin banyak dan risiko berlubang pun menjadi semakin tinggi. Karies penyebabnya kuman, kalau kuman itu pindah ke orang lain, bisa jadi juga karies. Memang mungkin karies ada di dalam mulu, tapi itu jika kita tukar-tukaran bisa semakin berkembang. Tidak jadi masalah jika berbagi pasta gigi, tapi ingat kandungan flouride pada pasta gigi orang dewasa dan anak berbed. Saat si anak menggunakan pasta gigi orang tuanya cukup taruh sebesar biji jagung di atas sikat giginya. Adapun kebiasaan meludah sembarangan juga bisa menyebabkan gigi berlubang. Selain dipandang tidak etis, meludah juga akan membuat mulut menjadi kering. Padahal, air liur dalam mulut dibutuhkan untuk melindungi gigi dari bakteri yang menghasilkan asam.
Saliva diketahui mengandung kalsium dan fluor. Ini merupakan mineral yang dapat mencegah terjadinya penumpukan plak dan karies pada gigi. Jika kualitas saliva rendah, dapat menyebabkan risiko tinggi karies gigi yang kemudian dapat memicu berbagai permasalahan seperti gigi berlubang dan rasa sakit. Bagi yang memiliki saliva berbusa, menandakan kondisi saliva yang kental. Sementara yang encer dan bening menandakan saliva dalam kondisi lebih baik.  Kualitas saliva akan menentukan tendensi untuk karies gigi, apakah akan tinggi atau rendah. Kalau dikumpulkan selama lima menit, air liur yang baik harus ada lima mililiter atau tidak banyak berbusah. Selain berbagi sikat gigi dan meludah, menyuapi anak makanan yang sudah dikunyah juga berpeluang dalam meningkatkan risiko gigi rusak pada anak. Mulai sekarang, segera hentikan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut.

Memilih Sikat Gigi Sehat
Screenshot_227

  • Nyaman digunakan
    Gagang sikat yang nyaman digenggam akan memudahkan untuk menyikat gigi. Sebaiknya jangan tergesa-gesa saat menyikat gigi, pastikan seluruh permukaan gigi tersikat dan biasanya memakan waktu 2-3 menit. Gagang sikat yang nyaman akan membantu Anda merasa nyaman juga saat menyikat gigi.
  • Bulu Sikat
    Sikat gigi umumnya mempunyai tiga jenis bulu sikat, yakni soft (halus), medium (sedang), dan hard (keras). Ahli gigi menganjurkan untuk menggunakan sikat gigi yang mempunyai bulu sikat soft-medium. Sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut disarankan supaya tidak melukai gusi dan merusak email gigi.
  • Ukuran kepala sikat
    Pilihlah sikat gigi dengan kepala sikat yang mampu mengakses ke semua permukaan gigi. Untuk anak dan dewasa baiknya memilih ukuran yang pas dengan ukuran mulut. Sebab, ukuran sikat yang terlalu besar akan sulit untuk bermanuver menjangkau area-area yang penuh dengan sisa makanan, seperti bagian samping atau bagian dalam mulut, terutama bagian belakang dari gigi geraham.
  • Rutin ganti sikat gigi
    Ganti sikat gigi minimal setiap tiga bulan atau saat bulu sikat sudah mengembang. Pastikan sikat gigi tetap dapat berfungsi dengan baik dan dapat menyikat gigi dengan bersih.
  • Letakan di tempat terbuka
    Sikat gigi yang disimpan di dalam kotak penyimpanan akan cepat lembap dan menjadi tempat subur bagi berkembangnya kuman.