Peran Ayah Bagi Perkembangan Batita

Sering kali kehadiran seorang ayah dalam keluarga tak dirasakan secara psikis meski secara fisik hadir di rumah. Alasannya tak lain karena pola pengasuhan lebih banyak dilimpahkan pada ibu. Padahal, keterlibatan ayah tak kalah besarnya bagi pembentukan karakter si kecil. Peran kedua orang tua dalam mengasuh anak berdampak sama pentingnya karena anak membutuhkan kasih sayang dan bimbingan dari keduanya. Anak yang memiliki kedekatan emosional yang erat dengan ayah cenderung memiliki konsep diri dan kepercayaan diri positif, merasa aman (securely attached), lebih berani untuk mengeksplorasi lingkungannya, memiliki tingkat kecerdasan tinggi, dan kemampuan bahasa yang baik. Screenshot_179

Anak yang memiliki ayah dengan keterlibatan yang aktif dan besar, dapat memiliki prestasi yang lebih baik dan juga kepercayaan diri yang lebih tinggi. Walau cinta ayah sama pentingnya dengan cinta ibu bagi perkembangan anak, pada beberapa kasus, peran ayah lebih dibutuhkan. Cinta atau penolakan ibu dan ayah sama-sama memengaruhi perilaku anak-anak, harga diri, stabilitas emosional, dan kesehatan mental. Ya, ada beberapa hal yang memang hanya bisa dipengaruhi ketika anak melakukan interaksi dengan ayah. Sikap dan pola pikir ayah yang cenderung tegas dan berdasarkan logika. Seorang ibu akan lebih menggunakan perasaan dan sering memberikan sudut pandang lain kepada anak mengenai cara berperilaku dan menyelesaikan masalah. Hal ini dapat membantu membentuk karakter anak ke depannya.
Bagaimana jika hubungan ayah tidak dekat dengan anaknya, apakah peluang anak untuk menjadi bad people lebih basar? Bahwa hal ini tidak selalu terjadi, masih banyak faktor lain yang memengaruhi. Adanya pengaruh dari keluarga terdekat yang positif atau ada figur lain dari keluarga terdekat yang bisa memenuhi figur ayah, maka anak masih bisa tetap berkembang dengan baik. Bahwa hubungan ayah dengan anak perempuan sangat penting. Sebab, ayah adalah lawan jenis pertama yang ia lihat di dunia. Artinya, ayah adalah standar untuk apa yang akan ia harapkan dari seorang pria dan pasangan seumur hidupnya kelak.
Pada umumnya, anak perempuan yang memiliki sudut pandang positif tentang ayahnya, cenderung ingin mencari pria seperti ayahnya untuk dijadikan teman hidup. Untuk itu sangat penting peran ayah untuk menyayangi putrinya dan menghormati ibunya. Karena itu, si kecil juga merasakan bahwa ayahnya menghormati wanita dan kelak ia juga akan mencari pria yang menghormati dirinya. Demikian pula dengan ayah yang memiliki anak laki-laki. Si kecil yang memiliki pandangan atau perinsip yang positif terhadap ayahnya akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan ayahnya. Misal, ayahnya sering mengucapkan kata sayang kepada ibunya atau menghormati ibunya. Nah, hal itu biasanya akan terekam dan dicontoh anak ketika dewasa.

Tips Mendekatkan Anak dan Ayah
1. Komunikasi
Komunikasi sangat penting untuk membangun hubungan antara anak dan ayah. Tak harus menunggu anak bisa bicara, komunikasi antara keduanya sudah bisa dilakukan mulai dari bayi. Komunikasi bisa dilakukan melalui sentuhan, pada tahap awal. Ayah juga bisa aktif mengajaknya bicara walau bayi belum bisa bicara. Selain mendekatkan hubungan keduanya. Aktivitas ini juga akan merangsang kemampuan bicara anak.

2. Berbagi Asuh
Mengasuh bayi buka mutlak kewajiban istri. Suami pun sebaiknya terlibat. Proses ini akan mendekatkan hubungan antara ayah dan anak. Tentu saja si kecil akan senang bila dimandikan ayahnya. Tapi jika Anda tak bisa melakukannya tiap hari, gak perlu khawatir. Para ayah bisa melakukannya pada hari libur. Saat libur, sebaiknya manfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk anak. Mulai dari berbagi asuh, seperti memandikan, menggantikan popok, hingga memberi makan. Selebihnya manfaatkan waktu untuk bermain-main dengan si kecil agar dia semakin dekat dengan Anda.

3. Sentuhan Fisik
Agar si kecil dekat dengan ayahnya, keduanya harus sering melakukan kontak fisik. Dan ini bisa dimulai sejak bayi lahir. Para ayah jangan ragu-ragu untuk menggendong buah hatinya ketika baru lahir. Ketika bayi lahir sudah dimandikan, sang ayah boleh mulai menggendongnya. Sentuhan, pelukan, dan ciuman lembut bisa menjadi fondasi awal kedekatan keduanya. Selanjutnya sang ayah juga sebaiknya sering melakukan kontak fisik. Misalnya sesekali memandikan atau menggantikan popoknya.